Natty Narwhal

Bismillahirrohmaanirrohiim…

In Africa there is a concept known as ubuntu – the profound sense that we are human only through the humanity of others; that if we are to accomplish anything in this world, it will in equal measure be due to the work and achievements of others.

— Nelson Mandela

Umurnya sudah 11 tahun lebih. Aku bertemu dia pertama kali di sebuah gedung -lupa namanya- di bandung. Di sebuah pameran elektronik. Iya, dia yang sudah 11 tahun bersamaku hingga kini. Laptop HP Compaq cq41, aku tidak pernah memberinya nama secara khusus. Tapi sekarang anak-anak menamainya “Laptop ibuk”.

Laptop milikku ini termasuk laptop yang tahan banting. Walaupun belum pernah dibanting sungguhan, namun kekuatannya sudah tak terbantahkan. Sudah banyak beban berat yang aku berikan padanya selama kami bersama.

Pernah suatu waktu, aku install 3 OS di dalamnya. Iya, triple booting. Windows dan 2 ubuntu, plus terkadang ada virtualbox. Linux terbaru untuk kerjaan, kerjaan kantor dan kerjaan sampingan waktu itu. Linux versi lainnya untuk nonton tv. Iya, aku khusus menginstall ubuntu versi tertentu yang spesifikasinya cocok dengan tv tunerku waktu itu. Demi apa? demi bisa nonton bola. Trus windows buat apaan? buat main game catur yang cuma ada di windows 7. Work hard play harder, katanya. Sungguh masa muda yang kebanyakan gaya. Kalau dipikir-pikir terasa kejam ya perlakuanku pada laptop ini? tapi alhamdulillah dia bisa melewati semua.

Dan sampailah pada hari ini, si laptop kembali berjodoh dengan natty narwhal 16.04 lts. Hanya ubuntu lts versi itu yang spesifikasinya cocok di install di laptop berusia remaja ini. Remaja untuk manusia ya, tapi usia 11 tahun untuk laptop rasanya sudah seperti berusia tua renta.

Kenapa akhirnya kembali memakai ubuntu?

  • Ubuntu adalah sistem operasi open source. Sistem operasi ini bebas digunakan bagi siapa saja, dan tidak perlu membeli lisensi layaknya pada sistem operasi Windows. Nama Ubuntu berasal dari filosofi Afrika Selatan yang berarti “kemanusiaan kepada sesama”. Memilih versi 16.04 lts, karena hanya versi lts ini yang masih bisa dipakai untuk prosesor 32bit.
  • Lebih kebal virus.
  • Ubuntu punya bundle aplikasi yang cukup lengkap, mulai office, multimedia, dst. Lebih mudah untuk menemukan aplikasi yang bisa diinstall di ubuntu.
  • Drivernya relatif lengkap.
  • User interfacenya yang lumayan eye catching yaa -menurutku- dan aku sudah lumayan terbiasa dengan tampilan beserta icon-iconnya.

Dan beginilah postingan pertama yang aku buat setelah bertemu lagi dengan si natty kesayangan.

yok kerja sama yok, baik-baik ya natty 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s