The Power of Composter

Bismillahirrohmaanirrohiim…

Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.

QS surat Al-A’raf ayat 56

Bu, sampahnyaa!” Teriak petugas pengambil sampah yang bertugas setiap hari selasa, kamis dan sabtu di lingkungan kami.

Gak ada pak“, teriakku dari dalam rumah.

Mungkin si bapak heran, biasanya kami menggantung kresek sampah ukuran besar di pagar. Tapi hari itu nihil. Setelahnya, jika mereka tidak menemukan kresek sampah di depan rumah, mobil pengangkut sampah pun melaju pergi tanpa memanggil kami untuk mengeluarkan sampah di hari itu.

Alhamdulillah, sampah yang kami buang sudah lumayan berkurang. Sekarang kresek sampah kami hanya berisi plastik, kertas, bungkus makanan, dan sampah kering yang lain. Karena mulai pertengahan tahun lalu, kami menggunakan komposter untuk mendaur ulang sampah organik.

Apa itu komposter?

Komposter adalah alat pengolahan sampah organik rumah tangga melalui sistem pengomposan dengan memanfaatkan tong atau media apa saja.

Kami menggunakan tong komposter dari akademikompos. Komposter ini menggunakan sistem aerob, tidak berbau karena yang dikeluarkan adalah O2, CO2, panas dan H2O. Kemudahan menggunakan komposter jenis ini adalah tidak perlu mengaduk dan menghasilkan 2 produk. Yaitu kompos cair dan kompos padat.

Tong komposter dan compost bag

Lalu apa saja yang bisa dimasukkan ke tong komposter?

  • Aneka bahan sisa sayuran, seperti kangkung, kol, sawi, kulit bawang, dst
  • Segala macam jenis kulit buah, misal kulit semangka, kulit pisang, kulit jeruk, dst. Bahkan beberapa hari lalu, suami memasukkan kulit durian. 🙂
  • Aneka dedaunan, biasanya sih daun murbei, daun alpukat (ada pohon alpukat depan rumah, eh tapi punya tetangga).
  • Bisa juga kotoran hewan ternak, tapi sayangnya kami tidak punya hewan peliharaan apalagi hewan ternak.
  • Kadang-kadang kami juga memasukkan sampah sisa makanan, misalnya sisa nasi dst.

Bagaimana penggunaan tong komposter ini?

  • Masukkan sampah organik ke dalam komposter (sebaiknya dipotong-potong dulu jika ukurannya besar, hal ini mempercepat penguraian).
  • Semprotkan Bio Aktivator sesuai dengan kebutuhan. Saat membeli paket komposter ini di akademikompos, kami mendapatkan 1 botol bio aktivator. Untuk selanjutnya, kompos cair yang dihasilkan oleh komposter bisa dijadikan cairan bio aktivator.
  • Untuk menghindari munculnya belatung, setiap hari taburkan sekam/serbuk gergaji/media tanam pada permukaan atas sampah. Kami biasanya menggunakan sekam bakar, karena menurut sumber yang kami baca, sekam bakar mempercepat penyerapan air sehingga lebih maksimal dalam menghasilkan kompos cair.
  • Sampah organik dapat ditambahkan kapan saja ke dalam komposter.
  • Perhatikan selang pengeluaran kompos cair, jika telah tampak cairan dalam selang, tuangkan ke botol atau tempat lain. Kompos cair inilah yang selalu kami gunakan untuk pupuk tanaman maupun pestisida alami.

Bilamana Tong komposter sudah penuh?

  • Tutup rapat-rapat selama 3-4 minggu.
  • Karena kami hanya mempunyai 1 tong komposter, saat tong ini sudah penuh, kami memindahkan kompos setengah jadi ini ke compost bag tanpa menambahkan apapun lagi. Di simpan dengan rapat di compost bag sampai benar-benar menjadi kompos padat.
  • Gunakan kompos padat untuk pupuk tanaman atau campuran media tanam. Biasanya kami angin-anginkan dulu sepaya panasnya hilang, baru kemudian dipakai untuk campuran media tanam.

Apa manfaat kompos cair dan kompos padat?

  • Menyuburkan tumbuhnya daun.
  • Merangsang pertumbuhan bunga. Hal ini sangat terasa di beberapa tanaman mawar di pekarangan depan. Mawar-mawar kami seringkali berbunga dengan indahnya.
  • Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur dan subur.
  • Sangat memungkinkan untuk menanan sayuran organik di rumah.
  • Kompos cair juga bisa dijadikan nutrisi untuk tanaman hidroponik dengan memperhatikan takaran yang benar.
Tanaman di rumah kami

Simpelnya, pilah sampah, yang organik masukkan ke komposter, semprot dengan bio aktivator tutup dengan sekam, ulangi setiap hari. Tanpa mengaduk, tidak bau dan tau-tau sudah dapat kompos padat plus kompos cair yang sangat berguna itu.

Beberapa waktu lalu suami menyeletuk : “Wah, berapa yang sampah yang bisa dikurangi jika semua rumah sudah menggunakan komposter?” 

Dari pengalaman kami, sampah rumah tangga yang dihasilkan bisa berkurang sekitar 70% dari sebelum menggunakan komposter. Tapi kondisi pandemi ini, sampah berupa plastik dan kardus meningkat karena seringnya beli via online. Tetapi untuk kardus sudah kami pilah dan biasanya kami berikan kepada tukang rombeng yang lewat depan rumah.

Sampah memang masalah, tapi ketika dikelola, dipilah, dan diperlakukan sesuai fungsinya, maka bisa mendatangkan berkah.

Yuk bijak mengelola sampah. Sampahmu tanggung jawabmu!

2 thoughts on “The Power of Composter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s