Tazkiyatun Nafs Ustadz Adi Hidayat

Bismillahirrohmaanirrohiim…

“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”

QS. al-Syams [91]: 7-10:

Beberapa hari terakhir, aku kembali mengumpulkan tekad dan semangat untuk belajar lagi tentang Fitrah Based Education. Setelah puluhan purnama berlalu, aku akan mulai mencari banyak sumber ilmu. Semoga tidak hanya semangat di awal, tetapi mampu konsisten untuk belajar, mengaplikasikan dan merevisi kesalahan.

Langkah awal kembali ke fitrah adalah tazkiyatun nafs.

Apa itu? berdasarkan penjabaran panjang dari ustadz Adi Hidayat, tazkiyatun nafs adalah istilah yang disebutkan oleh para ulama sebagai ilmu yang fungsinya untuk membimbing kita bagaimana menekan nafsu yang buruk sehingga bisa memunculkan yang baik-baik (taqwa).

Belajar tentang Tazkiyatul Nafs dari Ustadz Adi Hidayat ini akan panjang sekali. Beliau memulai dengan menjelaskan tentang bagaimana munculnya istilah tazkiyatun nafs dan pentingnya tazkiyatun nafs berdasarkan alquran dan hadist.

Pada pembahasan yang pertama ini, ayat-ayat alquran yang berkaitan dengan tazkiyatun nafs adalah:

  • QS Surat Hijr ayat 28
  • QS Surat al-Hajj ayat 5
  • QS Surat Al-Mu’minun ayat 12-14
  • QS Surat Al-Isra’ ayat 85
  • QS Surat As-syams ayat 7-10

Point penting dari ustadz Adi Hidayat tentang tazkiyatun nafs:

  1. Setiap manusia memiliki dua sumber kehidupan yang penting yaitu Ruh dan jasad.
  2. Ruh berasal dari Allah yang maha suci sehingga unsur-unsur yang dibawa oleh roh selalu bersifat suci, mengumpulkan banyak kebaikan (taqwa).
  3. Adapun jasad memiliki peran ikhtiar manusia dalam pembentukannya sehingga seringkali bercampur unsur keburukan di dalamnya (fujur).
  4. Roh yang membawa sifat taqwa, bila telah menyatu dengan jasad yang memiliki sifat fujur akan berubah keadaannya menjadi Nafs. Nafs ada di Qalbu.
  5. Nafs akan sangat berperan dalam menentukan sifat dan sikap seseorang, baik ataupun buruk. Seorang akan bersikap baik bila taqwanya yang didalam Nafs dominan, namun bisa berperilaku buruk bila fujurnya yang dominan.
  6. Cara untuk menekan sifat fujur agar sifat-sifat taqwa muncul ke permukaan dan menghimpun banyak kebaikan disebut dengan tazkiyah. Dari sinilah lahir istilah tazkiyatul Nafs.
  7. Respon baik ataupun buruk yang diwujudkan dalam bentuk perilaku, akan sangat bergantung pada berbagai informasi yang diterima oleh Nafs dari berbagai organ tubuh terkait (mata, telinga, mulut, lidah, kulit).

source.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s