Fiqh Sholat

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Dan mintalah pertolongan kamu sekalian dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

QS. AL Baqarah ayat 45

Dalam beberapa bulan terakhir, aku mengikuti kajian 2 pekanan yang dimotori oleh teh Patra. Yuria Ceopatra, aku mengenal beliau sejak di bandung dulu.

Kamis minggu lalu, kajian kami membahas tentang Fiqh sholat. Materi disampaikan oleh Ustazah EEN Widianingsih, Lc.

Berikut ringkasan materinya:

Syarat sah shalat (PERSIAPAN sebelum MEMULAI SHALAT)
1. Sudah masuk waktu shalat.
2. Menutup aurat
3. Suci dari Hadast kecil, besar dan najis
4. Menghadap qiblat. Jika sudah ikhtiar mencari arah qiblat ternyata masih salah, maka dimaafkan. Namun kalau tidak berusaha mencari dulu, shalatnya tidak sah.
Shalat di atas kendaraan, arahnya sesuai arah kendaraannya.
Rasul shalat sunnah di kendaraan. Biasanya shalat wajib beliau turun dari kendaraan.
5. Memasang sutrah (penghalang batas sujud). Agar tidak ada orang yang lewat di tempat shalat kita. Sutrah dipasang ketika shalat sendiri. Shalat berjamaah tidak perlu sutrah. Cukup imamnya saja. Sutrah itu dianjurkan sesuatu yang memiliki ketinggian. (Tas, kayu, dll)

SAAT SHALAT
1. NIAT. Tidak harus dilafazhkan. Merubah niat shalat tidak diperbolehkan.
2. PANDANGAN saat shalat.
Pandangan yang diajarkan Rasulullah ke arah tempat sujud.
Usahakan sajadah/tempat sujud jangan bikin gagal fokus saat shalat.
Rasul melarang untuk menoleh kesana kemari atau melihat ke atas.
Allah menghadapkan wajah pada kita saat shalat, maka kita pun menghadap ke tempat sujud, jangan kemana-mana.
3. HINDARKAN yang mengganggu konsentrasi : lapar dan menahan buang air kecil, buang air besar dan buang gas. Hukumnya makruh.
Memejamkan mata hukumnya makruh. Menoleh, hukum dasarnya makruh. Berlaku ketika tidak ada uzur syar’i.  Kalau ada keperluan penting, boleh menoleh seperlunya. Misal mengkhawatirkan anak, keselamatan atau harta.

Hukum melakukan gerakan di luar shalat
1. Makruh. Hukum asal gerakan di luar shalat.
2. Wajib. Saat ada aurat yang terbuka dan harus diperbaiki.
Atau untuk menghindari najis.
3. Sunnah. Contoh : meluruskan/merapatkan shaf.
4. Mubah. Gerakan sedikit tapi ada kebutuhan. Seperti menggaruk.
5. Haram. Tidak ada uzur dan berkali-kali.

4. BERDIRI
Shalat fardhu wajib berdiri. Kecuali ada uzur syar’i.
Shalat sunnah tidak wajib berdiri. Lebih baik shalat sunnah sambil duduk daripada tidak shalat sunnah
Kaki wanita sejajar bahu, tidak ada perbedaan gerakan shalat wanita dan laki-laki.
Shalat sambil duduk seperti apa? Bisa di kursi, bisa di bawah.
Rasulullah duduk bersila.

TAKBIRATUL IHRAM
Yang wajib adalah bacaannya. Mengangkat tangan tidak harus bersamaan dengan takbir.
Posisi tangan Rasulullah saat takbir adalah sejajar bahu atau sejajar telinga (keduanya pernah dilakukan Rasulullah)
Posisi tangan :
Saat bersedekap bisa tiga posisi : Telapak dengan telapak, memegang pergelangan, memegang lengan.
Posisi sedekap : di atas dada, di perut, di pusat.

MEMBACA IFTITAH
Hukumnya sunnah.
Usahakan hapal dua macam iftitah, yang panjang dan pendek.

ALFATIHAH
Sebelumnya membaca ta’awudz dan basmalah. Wajib dibaca. Berdiam dan mengikuti bacaan imam dalam shalat jahr. Masbuk tanpa Al Fatihah tapi masih dapat ruku. Terhitung satu rakaat kah? “Barang siapa mendapatkan satu ruku, maka dia mendapatkan satu rakaat”
Membaca aamiin

MEMBACA SURAT
Jangan terpaku pada satu surat saja.

RUKU
Tumaninah. Tangan menggenggam lutut. Punggung diluruskan. Kalau disimpan gelas di atasnya tidak tumpah. Saat Ruku tidak boleh membaca al Qur’an/murajaah. Kalau imam ruku panjang, bisa diisi dengan do’a.
Pandangan ruku lurus ke bawah.

I’TIDAL sami’aLlahu liman hamidah. Posisi badan berdiri sempurna.
Tumaninah.

SUJUD
Takbir dulu baru sujud. Atau berbarengan takbir dan sujud.
Rasulullah turun lutut dulu baru tangan.
Ada hadits lain saat turun sujud, tangan dulu baru lutut.
Dua-duanya boleh.
Anggota sujud :
Dahi+hidung, dua telapak tangan, dua lutut dan ujung 2 kaki. Harus kena tempat sujud.
Tangan di lantai, sejajar bahu dan telinga. Yang dilantai hanya telapak saja, jangan sampai lengan. Rasul melarang posisi ini seperti posisi dogi.
Jari tangan dirapatkan saat sujud, menghadap kiblat.
Mengangkat lengan dan melebarkannya jauh dari lambung. Sampai ketiaknya keliatan. Hadits lain menyebutkan anak kambing bisa lewat.
Tetap perhatikan tetangga berjamaah.
Bersikap Itidal ketika sujud. (Merenggangkan antara betis dengan paha, merenggangkan antara perut dan paha. Tidak boleh berlebihan juga.
Meletakkan ujung2 kaki ditekuk menghadap kiblat. Tumit dirapatkan.

TASYAHUD AWAL
Duduk iftirasy. Telapak kaki kiri dibentangkan dan diduduki, telapak kanan ditegakkan.
Lengan di atas paha.
Jari tangan: menunjuk. Kelingking, jari manis dan jari tengah digenggam.
Bacaan tahiyat awal sampai syahadat. (Jumhur ulama)

TAHIYAT AKHIR
POSISI DUDUK TAWARUK.
Ada yang berpendapat untuk shalat 2 rakaat duduk seperti tasyahud awal, tapi sebagian besar duduk tasyahud akhir.

SALAM
Rukun hanya ke kanan.
Saat salam menengok sampai pipinya terlihat oleh yang berada di belakangnya.

Semoga bermanfaat. Sholat memang sudah menjadi rutinitas, tapi semoga kita tetap menjaga keistimewaan dan kekhusukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s