Menjelang 17 februari

Bismillahirrohmaanirrohiim…

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

QS. Luqman ayat 14

Hari perkiraan lahir, HPL yang dihitung dari HPHT Hari pertama haid terakhir adalah 8 februari. Dengan mempertimbangkan perjalanan rumah-kantor via commuter line, naik motor rumah-stasiun, dan hamil besar pula, maka sekitar tanggal 20an januari, aku sudah cuti. Itu di minggu 37-38 kehamilan.

Namun sampai HPL itu tiba, belum ada tanda-tanda si bayi akan lahir ke dunia.

Semua saran dokter sudah dipatuhi dan dijalankan. Mulai dari senam hamil di minggu 36 dan seterusnya, memperbanyak jalan sampai jalan 2km pun pernah dilakukan. Semua pekerjaan rumah seperti ngepel, ngosek kamar mandi, ke warung, apapun dilakukan demi terus bergerak.

40W1D, tanggal 9 februari kembali periksa ke obgyn. Posisi sudah bagus, kepala sudah ngelock masuk panggul dari minggu 38. Air ketuban cukup dan tidak keruh. Kata dokter : “tanggal 13 kita cek lagi ya”.

Oke. Kami datang lagi ke obgyn hari sabtu, 13 februari. Semua kondisi masih sama, tapi dokter menyuruhku untuk ctg. Cardiotocography, untuk memantau aktivitas dan denyut jantung janin, serta kontraksi rahim saat bayi berada di dalam kandungan. Hasilnya tidak sesuai harapan.

13 Februari 2016

“Makan dulu, kita kasih selang oksigen 2 jam, lalu ctg lagi ya”, obgyn memberi arahan setelah pembacaan hasil ctg pertama.

Setelah seharian kami di RS, akhirnya diizinkan pulang karena hasil CTG lumayan bagus. Late-term, kehamilan memasuki 41 minggu. Mulailah galau, googling segala macam resiko yang mungkin terjadi.

Tanggal 15 februari aku mulai goyah. Banyak pertanyaan dari teman, sahabat, keluarga dan orang kantor yang semuanya adalah bentuk perhatian mereka tapi semacam teror dan terintimidasi yang kurasa. Stres dan tertekan. Mulai tidak sabar dan menyalahkan diri serta keadaan. Seharian HP kumatikan. Hanya berdiam diri di kamar.

Potret demi potret kisah setahun lalu mulai bermunculan dalam angan. Iya, tepat 15 februari tahun sebelumnya, qadarallah kuret karena janin tidak berkembang. Plasenta kering dan sudah mengalami pengapuran, tidak terdeteksi detak janin. Drama pun dimulai, khawatir berlebihan dan lebay. Hari yang terasa lebih panjang dari hari-hari sebelumnya.

Akhirnya hari berganti. 16 Februari pagi-pagi, kami kembali ke RS sesuai dengan arahan obgyn. Diskusi banyak hal, dokter memberi beberapa alternatif. Satu, karena aku masih keukeuh ingin lahiran normal, dokter menawarkan untuk menggunakan bantuan induksi melalui infus. Namun perlu dilakukan serangkaian tes untuk memastikan semua kondisi baik aku, janin, plasenta, air ketuban dalam kondisi bagus. Dua, kalau kondisi semua bagus (air ketuban, plasenta, janin) tapi belum ada tanda-tanda melahirkan sampai minggu 42, akan dilakukan SC karena setelah minggu 42 biasanya plasenta sudah mengalami penurunan fungsi dan banyak resiko lain yang bisa terjadi. Tiga, tentu pilihan terakhir yang berlaku untuk ibu hamil manapun, bahwa jika kondisi membahayakan terjadi akan dilakukan SC sewaktu-waktu.

Setelah melalui serangkain tes, akhirnya 16 Februari jam16.00, aku masuk ruang VK RS Hermina depok lantai 2. Bidan yang bertugas mengecek dokumen dan bertanya : “kemarin tanggal 15 barusan dari sini juga ya bu?”. 

“Eh, gimana maksudnya?”, aku bingung dan tidak berpikiran apapun.

“Oh, ini tahun lalu ya?”, beliau menambahkan.

Maktrataapp..sesuatu yang sudah berusaha aku lupakan kemarin seperti diingatkan kembali. Suasana pun makin sendu, kamar yang aku tempati sama persis saat pemulihan setelah kuret dulu. Kamar pojok sebelah situ.

-to be continued

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s