Posted in riris banget

Nice HomeWork #3

Bismillahirrohmanirrohim..

Materi ketiga dalam matrikulasi IIP ini adalah Membangun peradaban dari dalam rumah. Materi dasyat yang membuat saya mbrebes mili ketika pertama kali membacanya. Penjabaran yang runut tentang tujuan membentuk keluarga sampai fitrah seorang ibu sebagai pendidik anak-anak untuk membangun peradaban.

Ketika sampai pada materi ini, membaca dan mencoba memahami, pikiran saya melayang kembali ke masa ketika saya akan menikah.
Saya menikahi orang yang tidak saya cintai kala itu. Berbekal keyakinan yang kadang goyah, saya menikah dengan orang yang menawarkan dirinya menjadi suami, tepat ketika saya berdoa untuk dipertemukan dengan jodoh saya. Saya berkeyakinan, cinta dan rasa sayang akan Allah hadirkan ketika memang ijab qobul sudah diucapkan. Dan janji Allah itu benar-benar nyata. Saya sangat mencintainya sekarang. Semoga cintaku padanya, tidak melebihi cintaku pada Allah dan Rosulnya.

Nice Homework pekan ini, tugas pertamanya adalah menulis surat cinta pada suami. Awalnya bingung mau menulis apa, tapi ternyata mengalir begitu saja. Saya menulis di kertas note biasa, kertas yang biasanya bertuliskan spesifikasi fitur software, kali ini beda. Isinya tentang ungkapan cinta. Dan ternyata responnya khas laki-laki. “Hanya” bilang terharu sambil berkaca2. Itu sudah cukup bagi saya, walaupun akan sulit menuliskannya di sini.

Berbicara tentang anak, sebagaimana tulisan-tulisan sebelumnya, alhamdulillah anak saya 1, laki-laki. Yang dengan izinNya, lahir tepat setahun lebih sehari setelah kuretase kehamilan pertama. Alhamdulillah, Allah berkehendak menitipkan amanahNya pada kami.

Ahsan yang minggu depan insyaAllah setahun, syukur alhamdulillah sedang gencar2nya belajar jalan sendiri. Dari pengamatan saya, dia anak yang berani mencoba dan berkemauan keras. Contohnya ketika latihan jalan sekarang ini, dia sudah sering melepas pegangan untuk jalan sendiri padahal masih belum stabil keseimbangan tubuhnya. Ketika dia ingin sesuatu pasti dicoba terus sampai dapat. Ahsan juga teliti dan ingat hal-hal yang detail. Tembok yang bocel sedikit saja, dia hafal dimana posisinya. Karena masih bersih dan suci, ahsan lumayan cepat menghafal nama dan tempat2 persembunyian mainannya. Semoga saya sebagai ibu mampu membersamainya untuk mencapai potensi besarnya.

Kami sadar, membangun keluarga membutuhkan pondasi yang kuat, visi misi yang jelas dan terukur. Hal ini yang akan terus kita kuatkan sekarang dan kedepan. Saling mengingatkan dalam kebaikan dan melengkapi dalam setiap kekurangan.

Suami saya orang yang sabar, mengalir apa adanya dan realistis. Saling melengkapi karena saya orang yang responsif agresif, tetapi punya target tinggi.
Saya pernah bertanya kepada suami, saya punya potensi apa. Hanya dijawab singkat sambil tersenyum : baik. Walaupun sudah berusaha keras untuk menemukan potensi diri, hanya beberapa hal yang sementara ini saya dapatkan.

  • Saya orang yang gampang membaur dengan lingkungan baru dan pembelajar yang cepat
  • Saya pekerja keras
  • Saya orang mudah memahami kondisi orang dan pendengar yang baik.

Dengan segala daya dan upaya yang saya miliki, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk terus belajar menjadi istri dan ibu yang baik. Semoga seiring berjalannya waktu, masing-masing kami mampu menemukan maksud terbesar Allah menempatkan kami dalam keluarga kecil tercinta ini.

Ketika melihat lingkungan sekeliling dimana tempat kami tinggal, sampai saat ini belum menemukan misi spesifik dari Allah mengapa keluarga kami dihadirkan di sini. Tetapi bagi keluarga besar kami, kami dijadikan tolok ukur dan “tangga” ketika mereka berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Alhamdulillah perkataan kami didengar, protes kami diterima. Sehingga kami tanda halangan dapat menyisipkan hal-hal baik tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada keluarga yang lebih tua.

Sekali lagi, di  setiap doa, Ya Allah, semoga kami selalu berjalan di jalan-Mu dan bersama-sama di surga-Mu kelak. Aamiin.

Ditulis di Depok, 10 Feruari 2017 pinjam laptop bapak, lagi-lagi menjelang tengah malam ketika para lelakiku sudah tertidur pulas.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s