Posted in riris banget

Nice HomeWork #2

Bismillahirrohmanirrohim..

Alhamdulillah, akhirnya weekend juga, setelah sepekan yang “luarr biasa” bagi keluarga kami. Dan here i am, saya bisa kembali mengupdate blog ini walaupun dari handphone.

Oke, pekan ini tentang profesionalisme perempuan sebagai individu, istri dan ibu. Saya sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan komunitas ibu profesional depok yang senantiasa bersemangat dan saling menyemangati untuk memperbaiki diri.

Perempuan dengan segala peran yang melekat dalam dirinya, diharapkan mempunyai kekuatan, pengetahuan,dan keterampilan luar biasa untuk menjalankan semuanya.

Sebagai individu, ketika ditanya apa yang membuat saya bahagia dan puas atas diri saya sendiri, yang pertama adalah kedekatan saya dengan Sang Pencipta. Ketika semua target-target saya terpenuhi. Yang kedua, ketika saya mampu membahagiakan orang-orang dalam lingkaran terdekat dengan saya.

Sebagai istri, sebenarnya saya sudah beberapa kali bertanya kepada suami untuk menilai saya ini istri yang bagaimana. Dan jawabnya selalu menyenangkan hati walau saya belum puas karena sangat abstrak : “makasih sudah jadi istri terbaik, sayangg”. Iyaaa..istri terbaik yang kayak gimana?? πŸ™‚

Akhirnya dengan NICE homework ini, saya bisa sedikit memaksa suami dan menemukan jawabannya. Semoga seiring berjalannya waktu, kami bisa saling jujur mengungkapkan apa yang membuat kami bahagia.

Sayang rasanya kalau tidak ada secuil cerita lucunya.

Suatu malam ketika saya menyiapkan makan malam di dapur, saya bertanya kepada suami yang berada di belakang saya sambil menggendong si anak yang posesif banget sama ibunya. Saya bertanya:

Ibu : Bapak bahagia klo ibu gimana?

Bapak : Rajin baca buku lagi, biar klo pas waktu luangnya gak nonton drama korea

Ibu : Oo ooo oooo

Si anak malah ketawa mendengar obrolan kami. Entah dia paham atau tidak dimana bagian lucunya.

Saya akhir-akhir ini memang suka nonton drama korea, biasanya ketika di krl pas berangkat/pulang kerja. Sisanya ketika anak sudah tidur. Baiklah bapak, istrimu akan berusaha rajin lagi baca buku. Hal-hal lain dalam obrolan kami selanjutnya dalam suasana yang berbeda : bapak bahagia klo dibawain bekel seminggu 2 kali (selasa-rabu), bapak bahagia klo istrinya lebih sabar, bapak bahagia klo istrinya lebih santai gak khawatiran.

Sebagai Ibu, saya adalah ibu pekerja satu anak yang tanpa ART. Sebagaimana cerita di atas, si anak lagi posesif banget sama ibunya. Ibunya lagi di kamar mandi, digedor-gedor. Ibunya lagi masak, ikutan mainan di bawahnya pegangan daster atau digendong bapaknya kalau bapaknya sudah di rumah. Kemana mana pengen nempel sama ibunya. Jadi saya berkesimpulan kalau yang membuat anak saya bahagia, adalah ketika saya selalu didekatnya. Memang sempat saya tanya sih “Ahsan bahagia kalau ibu gimana?” Jawabnya : hanya melihat dan menunjuk keluar. Hahaha

Begitulah cerita kali ini, checklist akan saya tambahkan kemudian. Ada di laptop yang tiba-tiba error gak bisa dinyalakan.

Dan beberapa jam sebelum saya menulis ini, saya masih sempatkan bertanya kepada suami, “jadi bapak bahagia kalau ibu gimana?“, dengan tersenyum suami menjawab : “kalau ibu bahagia“. πŸ™‚

Ya Allah, semoga kami selalu berjalan di jalan-Mu dan bersama-sama di surga-Mu kelak. Aamiin.

Ditulis di Depok, 3 Feruari 2017 menjelang tengah malam ketika para lelakiku sudah tertidur pulas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s