Rindu Hujan

Jakarta, lantai 18 di hari Kesaktian Pancasila.

Sepertinya udara di luar panas. Di ruangan ini dingin tidak seperti biasa. Sambil ngemil pisang dan donut, sesekali mengecek monitor dan asik baca novel adalah aktivitas sampai siang ini.

Ketika baca sampai halaman dengan judul “barang antik”, saya tertegun.

image

Ah..paragraf pertama, kata-kata “kecil rintik rintik”, jadi rindu hujan.

Advertisements

6 thoughts on “Rindu Hujan

  1. Rani Asean October 3, 2015 / 10:57 pm

    ……….. *ikutan tertegun*
    novel andrea hirata mana itu? kenapa saya belum punya? waa waaa…*ketauan ga perna update referensi buku 😀

    *oiya salam kenal mbak riris 🙂

    • ririsnovie November 2, 2015 / 9:14 am

      Judulnya “Ayah”, bagus looh..
      salam kenal juga Rani, maaf baru bales, baru buka blog lagi 🙂

      • Rani Asean November 3, 2015 / 11:37 am

        Waaaww beli aahh 😀
        novelnya sedih ga? saya mah baperan orangnya, asal ada judul ayah bawaannya pengen meluk cowo eh mewek. suka inget ayah saya soalnya. ehehehe

      • ririsnovie November 3, 2015 / 5:45 pm

        Ayo beli..bagus loh. Andrea Hirata menceritakan segala kesedihan dalam novel ini dengan sangat baik, jadi terkesan lucu 🙂

  2. Dunia Ely October 12, 2015 / 2:21 pm

    Sekarang apa sudah jatuh rintik rintik hujannya di sana? 🙂

    • ririsnovie November 2, 2015 / 9:14 am

      Baru rintik2 mbak El, semoga segera deras 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s