Keinginan liar

Bandung, penghujung tahun hijriah 1435.

Suatu hari di suatu sore, seorang anak berbicara kepada orang tuanya dengan segala emosi yang tertahan: “aku hanya sedang berusaha menerima segala hal yang tidak sesuai dengan keinginanku“. Dengan bijaksana sang ayah merespon : “segala hal? tidak sesuai keinginan? coba sebutkan.

Ah, drama banget bukan? Di scene semacam itu saya bayangkan, ada beberapa mata yang sedang membendung airnya supaya tidak jatuh, ada beberapa hati yang tersayat, ada wajah yang terangkat supaya terlihat kuat. Ah, kayaknya saya memang cocok menulis skenario sinetron.🙂 Mungkin karena efek film Godzilla yang menurut saya dramanya dapet bangeeett atau karena drama korea yang itu.🙂

Berbicara tentang keinginan, ketika kita memikirkan semua yang kita inginkan, pernahkan kita memikirkan apa yang Allah inginkan untuk kita? ketika kita sibuk menghitung apa yang belum kita miliki, pernahkan kita menghitung apa yang Allah telah berikan untuk kita?

Ketika kita kecewa dengan sesuatu yang ternyata tidak sesuai dengan keinginan kita, pernahkan kita berpikir bagaimana Allah melihat perbuatan kita yang tidak sesuai dengan aturanNya?

Bukankah sudah jelas,

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambah nikmat-Ku kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 7)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s