Deurama (2)

Bandung, Selasa pagi, libur kejepit dengan kecerahan yang lambat.

Jadwal rutin setiap selasa pagi, nonton Runningman episode paling baru. Hari ini yang ke-197. Walaupun kemarin sudah sempat kena spoiler siapa yang menang, RM-197 ini tetap seru dan lucu plus menegangkan. Rasanya udah kayak nonton semifinal thomas cup kemarin, saat ganda pertama main.ūüôā

Musik “jeng jeng” itu muncul kembali jadi background¬†music di Runningman episode ini. “Jeng jeng” yang saya maksud adalah OST Person of Interest by Ramin Djawadi.¬†

Jadi kangen nonton Person of Interest. Padahal baru 2 minggu kemarin selesai season 3. Lama lagi nunggunya muncul season 4. Gosipnya sih premiernya Fall 2014, september kali ya..

Dua TV series paporit saya selesai barengan dua minggu yang lalu, sedih. Person of interest season 3 sama Agent of S.H.I.E.L.D. Oke, berarti kali ini tentang Person of Interest.

TV series yang satu ini bikinan Jonathan Nolan, iya, adiknya Christ Nolan si penyebab munculnya Batman Begin sampai The Dark Knight Rises. Kerennya si JoNo ini, dia bisa bikin cerita yang walaupun alurnya maju mundur tapi bisa nyambung banget. Seperti menyusun puzzle, kayak merajut benang jadi baju, keren dan asyik. Kisahnya tentang sebuah surveillance system¬†disebut the Machine yang dibuat oleh¬†Harold Finch, software engineer jenius yang menciptakannya untuk¬†mengawasi semua aktivitas penduduk amerika. Nulis surveillance system jadi ingat dulu setelah wisuda pernah keterima jadi surveillance engineer di perusahaan “kipas merah”. Uhukk..

Eh, lanjut. Awalnya pemerintah amerika membuat sistem ini untuk mencegah terorisme. Sebuah algoritma dari informasi kegiatan penduduk yang terekam, outputnya adalah prosentase kemungkinan munculnya tindak kejahatan. Sebagaimana kita ketahui, amerika telah lama menerapkan single indentity, Sosial security number. Identitas tunggal masing-masing penduduk, kalau di Indonesia mah semacam NIK gitu. Tapi masih jauhlah NIK ke SSN. Jadi misalnya gini, the Machine mengeluarkan output SSN 873-23-2645 muncul dengan prosentase 87%. Tapi si Machine ini tidak bisa menyebutkan bahwa SSN tersebut adalah pelaku kejahatan atau korban. Di sini lah kisah heroik itu dimulai. Narasinya kayak gini nih :

You are being watched. The government has a secret system, a machine that spies on you every hour of every day. I designed the machine to detect acts of terror but it sees everything. Violent crimes involving ordinary people. The Government considers these people irrelevant. We don’t. Hunted by the authorities, we work in secret. You’ll never find us, but victim or perpetrator, if your number’s up, we’ll find you.

58051900

Finch “mempekerjakan”¬†John Reese, mantan agent CIA untuk mencegah kejahatan yang muncul. Mereka bekerja sama dengan 2 orang detektif NYPD,¬†Joss Carter dan¬†Lionel Fusco. Sampai¬†season 3 ini, ada tambahan peran, Sameen Shaw dan “Root” yang biasa dipanggil Miss Groves oleh Finch.

Person-of-Interest-The-Devils-Share-Dont-fuck-with-Root-Amy-Acker

Saya memang suka banget film action, thriller, mistery. Tapi ada beberapa episode di Person of Interest ini yang menurut saya draaamaaa banget, sedih bikin nangis. Apalagi ketika episode Carter menelpon anaknya sebelum akhirnya tertembak trus mati, huiiihhh sedih sampe nangis. Si ibu detektif ini karakternya kuat, seorang yang disegani kawan dan lawan. Kematian Carter membuat semua bergerak mencari pembunuhnya.

4 episode terakhir season 3 kemarin itu sediiiih banget ceritanya. Dimana niat awal membuat The Machine ini diuji. Akting pemainnya, background music nya, plottingnya keren abis, bikin nangis. Haha..kalau dipikir-pikir lucu sih, series tipe beginian tapi tiap episode bikin saya nangis. Lebay banget.

Trus pelajaran apa yang dapat diambil dari kisah ini, bagi saya :

  • Niat baik itu akan selalu diuji konsistensinya. Memang berat, tapi setiap sesuatu pasti ada konsekuensinya.
  • Setiap kita melakukan sesuatu, ada tanggung jawab yang serta merta harus diterima.
  • Berhati-hatilah dalam berbuat, kita selalu diawasi loh!
  • Dan, bagian paling sedih di episode terakhir season 3 adalah kalimat indahnya Root untuk Finch : Tentang Harapan, masih ada harapan. Root bilang gini nih ke Finch :

… I’m sorry, Harold. I know it’s not enough. A lot of people¬†are going to die. People who might¬†have been able to help. Everything is changing. I don’t know¬†if it will ever get better, but it’s going to get worse. But the machine asked me¬†to tell you something before we part. You once told John¬†the whole point of Pandora’s Box, is that once you’ve opened it,¬†you can’t close it again. She wanted me to remind¬†you of how the story ends.When everything is over,¬†and the worst has happened,there’s still one thing left¬†in Pandora’s Box…HOPE

Harold, John, Shaw, Root, Fusco, sampai bertemu di bulan septemberūüôā

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s