World Book Day, Ceunah

Bandung, setelah magrib, masih di kantor dan gerimis gerimis hujan gimana gitu.

Dalam kondisi kayak gini, enaknya emang buka blog. Ternyata sudah lama juga ya saya gak ngeblog. Menurut loe??🙂

By the way, hari ini World Book Day ceunah. Hari buku sedunia yang pertama kali diinisiasi oleh UNESCO sebagai sebuah perayaan buku dan literasi. Jadi mari ngobrolin buku yuks🙂

Hari Sabtu sekitar 2 minggu yang lalu. Agenda pekanan seperti biasa, lalu sholat dhuhur di Masjid Salman, dan sebelum pulang mampir dulu ke Tazkia. Toko buku di pojok jalan Gelap Nyawang. Niat awal ingin membeli A, pulang-pulang membawa X, Y, bahkan Z. Yang A? Sedang tidak beruntung, lagi kosong. Munculnya X,Y,Z ini yang sering terjadi ketika saya mampir ke toko buku langganan. Sangat sulit mengendalikan diri.

Ini nih, si X yang saya nobatin jadi book of the month, apa cobaaa🙂

CYMERA_20140406_163846

Buku ini sederhana. Berisi catatan-catatan kehidupan yang dialami penulis. Kejadian yang mungkin biasa, tetapi luar biasa makna yang dapat diambil di dalamnya. Entah lagi lebay atau gimana, setiap chapter dalam buku ini selalu bikin saya nangis. Lebay gak sih? Tapi beneran, ini buku kedua setelah Hafalan Sholat Delisha yang bisa bikin tumpukan tisu.

Ngomong-ngomong tentang buku, awal-awal di bandung dulu, saya biasanya beli buku lewat toko online. Langganan saya waktu itu, di sini. Harga buku plus ongkos kirim masih lebih murah daripada beli langsung di toko buku tenar jalan merdeka Bandung. Waktu itu memang baru tahu toko buku yang itu saja. Dan kondisipun berubah setelah saya tahu ada toko buku dengan harga lebih miring plus fasilitas sampul.🙂

  • Pertengahan 2009, saya baru tahu ada Togamas di jalan Supratman Bandung. Diskon 15-30 % gratis sampul. Favorit saya dulu nih. Sewaktu di Surabaya, saya juga beberapa kali ke Togamas. Sayangnya Togamas Surabaya itu jauh banget dari sukolilo.
  • Tapi setelah tahu deretan toko buku di Gelap Nyawang, saya jadi jarang ke Togamas. Deretan toko buku itu ada di seberang apotek Bumi Medika Ganesha. Toko favorit saya yang paling ujung, Tazkia. Toko ini yang saya ceritakan di awal tulisan tadi. Diskon 30% gratis sampul plus bisa request buku yang di toko itu belum ada atau lagi kosong. Enaknya lagi, kita bisa dapat 50% lebih murah untuk majalah Tarbawi edisi 2 minggu yang lalu atau sebelumnya atau sebelumnya lagi.
  • Kemudian muncullah ueforia baru, Rumah Buku. Toko buku yang memberikan harga lebih murah dari Togamas. Letaknya di jalan Supratman juga. Kalau dari jalan diponegoro, belok kanan masuk jalan supratman, kita akan menemukan Hotel Mitra. Nah, Rumah Buku itu pas setelah hotel Mitra. Beberapa kali saya beli di Rumah Buku ini.
  • Saya juga pernah ke Palasari, baru sekali. Jauh banget kalau dari pasteur. Katanya sih pusatnya buku murah di Bandung.

Bandung emang kota yang nyaman untuk penikmat buku. Makin cinta bandung deh, weitss, kemudian puyeng.

Eh, ternyata sudah gak hujan. Mari kita pulang.

Selamat hari buku sedunia🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s