Ngobrol Sendiri

Haloo.. apa kabar dunia?

“Dunia saya sih masih asyik, tapi blog ini yang makin gak asyik aja. Sepi, sudah 2 bulan loh gak muncul cerita baru.”

Jadi kenapa blognya dibiarkan nganggur gitu aja?

“ya maleslah”🙂

Alasan klasik. Emang gak ada waktu buat ngeblog?

Ah, beberapa minggu ini, jadwal rutinitas weekend saya berubah menjadi sangat pagi. Weekdays keluar pagar kos jam9, weekend malah jam 7.30. keren kan?”

Emang biasanya kalau update blog saat weekend gitu?

“Enggak sih, haha”

Trus kenapa hari ini tiba-tiba ngeblog?

“hmm..jadi ceritanya tadi tilawahnya itu nyampe juz 8, pas baca surat Al-An’am ayat 162, saya teringat sesuatu”.

Katakan (Muhammad), sesungguhnya, sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.

Teringat apa?

Jadi ceritanya hari ahad pagi kemarin, pagi-pagi sudah mendung. Jadi ragu-ragu untuk berangkat, 50% karena kelembaman, 30% karena keinginan pergi ke tempat lain, 20% karena mendung. Tapi jadinya berangkat juga, rutinitas setiap ahad pagi. Dan alhamdulillah banyak sekali yang saya dapat. Ketika pulangnya, dengan hati lega berucap : hoho..jadi Engkau paksa aku datang untuk mendengarkan semua ini, oke, terima kasih Allah, Engkau selalu baik.”

Memangnya apa yang kamu dengar?

“Hmm..salah satu aja ya..Itu, yang ada kaitannya dengan tiba-tiba saya buka blog hari ini, Al-An’am 162. Salah satu yang saya dapat hari itu adalah sebuah puisi indah yang ditulis oleh WS Rendra”

TitipanNya by WS RENDRA

Sering kali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi,mengapa aku tak pernah bertanya;
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku,apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat,ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut sebagai ujian,kusebut sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita

Ketika aku berdo’a,kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,ingin lebih banyak mobil,lebih banyak popularitas,dan kutolak sakit
Kutolak kemiskinan,seolah semua”derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah,maka selayaknyalah derita menjauh dariku,dan nikmat dunia kerap menghampiriku

Kuperlakukan Dia sebagai mitra dagang,dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas”perlakuan baikku”
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan,hidup dan matiku hanya untuk beribadah
“Ketika langit dan bumi bersatu,bencana dan keberuntungan sama saja”

“Keren banget kan? Menusuk bangetlah pokoknya. emang kamu siapa sih nanya-nanya dari tadi?”

Saya? ya kamulah!

2 thoughts on “Ngobrol Sendiri

  1. aku juga baru on lagi ngeblog mba, setelah vakum beberapa bulan. Terkadang bukan kita tidak ada waktu, melainkan tidak ada niat. Karena waktu luang kita pasti ada. Sesibuk-sibuknya kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s