Tahan Banding

Untuk memberikan nilai yang uncountable pada sesuatu, kita cenderung mencari pembanding sebagai referensi. Kalau referensi yang digunakan ternyata juga uncountable, menurut saya hasil nilai tersebut masih kurang valid.

dari philgalfond.com
dari philgalfond.com

Karena banyak sekali hal yang “uncountable” dalam hidup ini, manusia cenderung membanding-banding untuk mengetahui nilai atau kualitas tertentu. Padahal nyatanya, setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Punya kemampuan bertahan yang berbeda-beda. Mendapatkan rejeki yang berbeda. Mendapat ujian hidup yang tidak sama. Jadi apa yang bisa dibandingkan? Karena membandingkan sesuatu itu butuh referensi yang tepat. Bukan sekedar “kelihatannya“, “rasa-rasanya“, atau bahkan “kayaknya“.

Apalagi ketika terjebak dalam membandingkan apa yang diterima orang lain di dunia ini dengan apa yang kita dapatkan. Sebenarnya sungguh membuang energi. Toh penilaian Sang Pencipta bukan pada hasil yang kita dapat, melainkan apa yang sudah kita perbuat.

Ah, saya memang bisa “membual” yang “beginian”. Semoga bukan hanya sekedar teori.

Bandung, 27-02-2013. Spontan memaksa tangan mengetik, demi 1 tanda merah marun di kalender bulan ini. 

Advertisements

21 thoughts on “Tahan Banding

  1. Ely Meyer February 27, 2013 / 6:23 pm

    capeklah kalau terus membanding bandingkan dgn yg lain 😛

    apa kabar ? 😉

    • ririsnovie February 28, 2013 / 3:44 pm

      yoii mbak..alhamdulillah baik..hihihi..aku tenggelam lagi nih mbak, baru muncul skrg. mbak el apa kabar?

      • Dunia Ely March 8, 2013 / 9:45 pm

        kbr baik, makasih ya 🙂

        btw, tertarik nggak gabung di blogku minggu malam nanti ? 😛

      • ririsnovie March 15, 2013 / 9:26 am

        waaahh…maafkan mbak el, udah lama gak buka blog nih..

  2. Budiono February 28, 2013 / 8:04 am

    manusia pada dasarnya suka membandingkan, baik secara sadar maupun tidak. dan proses membanding-bandingkan itu tadi menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan yang rumit (buku: “making hard decision”) yang karena saking seringnya maka proses itu terjadi secara otomatis.. kadang ada intervensi alam sadar, namun tetap lebih dominan alam bawah sadar 😉

    #opotoiki

    • ririsnovie February 28, 2013 / 3:45 pm

      hmm..ya yaa..jadi pengen baca bukunya, suwun pencerahannya mas dion 🙂

  3. Andy March 7, 2013 / 5:53 pm

    saya tidak suka dibandingkan, soalnya membandingkan biasa’a dengan orang yg jauh lebih baik dr kita, sehingga kita kelihatan rendah

    • ririsnovie March 15, 2013 / 9:29 am

      hmm…tapi, semoga dengan melihat orang berbuat lebih baik, dapat memacu kita lebih baik juga..

  4. renarain March 14, 2013 / 7:58 am

    kalo aq sih yang penting aq bisa bahagia, walo kadang harus dibawah standar hidup yg biasanya diinginkan 🙂

    • ririsnovie March 15, 2013 / 9:31 am

      hmm..baiklah, aku juga akan selalu berusaha untuk bahagia :*
      makasih inspirasinya 🙂

  5. iputkurniawan March 16, 2013 / 9:41 pm

    klo aku gak tfokus di ngebandinginnya sih ris, tapi karna pengen mengejar hidup yg berkualitas itu kebahagiaan itu akan muncul dengan sendirinya, setuju dgn pendapat mb. renarain, asal bahagia apalagi bs ngebahagiaan ortu itu lebih dr cukup kok 🙂

    • ririsnovie March 19, 2013 / 4:21 pm

      sip, semoga selalu bahagia 🙂

  6. ronal March 19, 2013 / 5:13 pm

    manusiawi sih membandingkan apa yg kita dapat dan apa yg org lain dapatkan…tetapi terkadang kita lupa mensyukuri apa yg telah kita dapatkan sehingga terlalu fokus apa yg orang lain dapatkan 😀

    • ririsnovie March 21, 2013 / 3:08 pm

      Yuupp..begitulah, semoga kita tidak lupa bersyukur 🙂

  7. oomguru April 15, 2013 / 4:59 am

    perasaan saya terhadap anak bapak kost juga uncountable..
    tapi bisa diprediksi, dalamnya se-dalam laut, tingginya se-tinggi gunung.

    #elaahhh

  8. duniaely April 15, 2013 / 5:00 pm

    Hallo Ririsnovie .. apa kabar ? 🙂

    • ririsnovie April 16, 2013 / 3:33 pm

      Waah..halo juga mbak El, alhamdulillah baik. semoga mbak ely juga.. 🙂

  9. papap April 16, 2013 / 4:06 pm

    hai mba riris..
    yup bener saya paling gak suka kalau dibanding-bandingkan apalagi cuma masalah materi.. biasanya saya akan marah-marah haha

    • ririsnovie April 16, 2013 / 5:49 pm

      Hahaha..semoga tidak marah-marah lagi, mari fokus saja dengan apa yang bisa kita kerjakan.

    • papapz April 16, 2013 / 6:44 pm

      siipp bener banget mba riris 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s