Keluarga Imajiner, episode : Gandul Cinere

Seharusnya tulisan ini muncul setelah yang ini, tetapi karena mood itu tidak mengenal jadwal, jadi ya suka-suka saya. Yang terpenting episode ini ada, karena mimpi kami, setiap episodenya akan menjadi bacaan wajib anak cucu kami nanti, kisah klasik untuk masa depan. Lebay, cetar membahana ulala🙂

Episode ini tentang janji yang tertunai. Karena semua episode keluarga imajiner ini begitu sempit, dari sudut pandang saya saja, tentunya kali ini tentang janji saya.

Dari semua keluarga imajiner yang tinggal di wilayah “barat”, hanya saya yang belum pernah silaturahim ke tempat mamah cantik, di suatu daerah yang konon bernama Gandul, Cinere. Sedangkan mamah cantik sudah sering ke tempat saya di Bandung. Apabila ditanya kapan ke cinere, jawaban saya selalu menggunakan kata tanyanya juga. Kalau bukan “hmm..kapaaan yaaa“, pasti “kapan kapan“. Agar ke depan tidak dicap sebagai anak tirih tak tahu dirih, saya harus ke suatu daerah bernama Gandul itu.🙂

Awalnya keluarga kami merencanakan liburan di Bandung, tapi karena si mamah cantik sedang menjadi “tahanan kota”, saya mengusulkan untuk berkumpul saja di Gandul. Oke, kami menyepakati akan ke Gandul hari Sabtu, 27 oktober 2012. Sehari setelah Idul Adha.

Saya dan adek berangkat dari BSD. Jam 9 sudah berangkat, kami mampir dulu ke ayam mercon. Rencananya kami akan naik KRL ke Cinere. Ada beberapa alternatif dari BSD ke Gandul ini:

  1. Dari BSD naik TransBSD tujuan ratu plaza, turun di terminal lebak bulus. Dari situ, cari angkot 02 tujuan pondok labu. Kemudian naik angkot 61.
  2. Naik KRL dari stasiun rawa buntu ke stasiun tanah abang. Kemudian naik KRL lagi jurusan Bogor turun di stasiun Depok Baru. Dari stasiun Depok Baru jalan sedikit ke terminal, naik angkot 110.
  3. Naik KRL dari stasiun rawa buntu ke stasiun tanah abang. Kemudian naik kopaja ke Departemen pertanian, kemudian naik angkot 61.

Dari ketiga pilihan itu, kami memilih yang kedua. Dari rawa buntu sampai stasiun depok baru, lancar jaya. Ketika naik angkot 110, si angkot beberapa ngetem, panas, dan macet. Tetapi setelah sampai di jalan krukut raya, lumayan seger udaranya. Pemandangan kanan kiri sudah seperti suasana di ponorogo bagian ndeso saya.🙂

Alhamdulillah, kami sampai di tempat Mamah, janji itu telah tertunai. Tinggal menunggu si papah yang sedang dalam perjalanan. Keluarga kami terasa utuh ketika papah dan bundah datang.

Papah, Mamah cantik, Kakak, Adek lagi di Gandul

Maaf, para lelaki si om dan bundah tidak terdokumentasi. Seru, heboh, lucu, ngobrol ngalor ngidul, tapi kalau dirasa, semacam reuni e44 dalam skala kecil.🙂

Moment yang paling syahdu, ketika kami ber-4 sholat magrib jamaah dan kemudian “sungkeman”. So sweet banget, keluarga bahagia sejahtera. Pastinya akan lebih seru kalau ada mamahkuy yang sekarang lagi di Palu, anak kesayangan yang sekarang ada di Banyuwangi, dan anak ntah dunno yang sekarang lagi di Bontang.

Oiya, sebagai nyonyah rumah, tentunya si mamah sudah menyiapkan hidangan lezat untuk kami, hidangan lezat dari dapurnya sendiri. Ini nih fotonya :

Yumii

Ada martabak lada hitam, hmm.. semacam krengsengan sapi kayaknya tapi.. sudahlah🙂, oseng kangkung, semacam sop buntut (yang ini hadiah tetangga), oiya mangga maknyuss itu papah yang bawa. Dan masih ada beberapa yang lain, belum sempat terdokumentasi tapi sudah ludes.

Super bahagia rasanya. Sebagai anak yang berbakti, kami (saya dan adek) menginap di tempat mamah. Demi menjaga agar mamah tidak diculik, karena si om sedang dinas keluar benua.🙂

Siangnya kami ke Cinere Mall, karena travel menuju Bandung berangkat dari situ. Karena sebagian besar aktivitas kami di dalam rumah, saya kurang tahu kondisi yang katanya Kota Cinere ini.

Tapi insya Allah akan kesana lagi, semoga ada kesempatan untuk berkumpul lagi dengan keluarga saya🙂

Nb. weekend kemarin si mamah pamer masakan lezatnya, daging asam manis segar katanya. Tampak kalau keahlian memasaknya meningkat🙂

Masakan Mamah

10 thoughts on “Keluarga Imajiner, episode : Gandul Cinere

  1. berkumpul dengan kerabat & keluarga adalah moment terbaik dalam hidup kita,yang mungkin akan menjadi penggalan cerita ketika kita sudah tua nanti🙂

  2. cinere itu sering saya lewatin.. kalo dari bogor, mau nyari sesuap McD di daerah cilandak, saya lewat itu yang namanya cinere. cinere itu suasananya seperti perbatasan depok dan jakarta. apa emang perbatasan???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s