Berbagi Bahagia

Rencana dari sebulan yang lalu, Alhamdulillah terlaksana Sabtu sore kemarin. Saya bergabung di masjid Al-Ikhlas Buah Batu, bukan untuk ngaji, tapi menjadi volunteer di komunitas peduli anak jalanan Bandung.

Pertama kali datang, tidak ada yang dikenal memang membuat canggung. Tapi para pengurus dan volunteer SSCB ini ramah-ramah. Juga adek-adek yang datang hari itu, ada nur, rini, eva yang langsung akrab dengan saya. Kata salah seorang teman volunteer, adek-adek ini berjumlah sekitar 30an. Tapi hari itu yang datang relatif sedikit, mungkin karena jam 4 turun hujan deras, entah mereka sedang berteduh di mana.

Sedang belajar dan bermain

Ketua kelasnya bernama Ardian. Kalau sekolah mungkin dia sudah duduk di bangku SMP. Memakai jins lusuh, kotor, baju yang sedikit kebesaran, kuku tangan yang panjang. Melihatnya sudah membuat dada sesak, makin sesak ketika mendengar ceritanya. Dia di bandung hanya dengan kakaknya. Kedua orang tuanya sudah tidak ada, bapaknya kecelakaan dan ibunya stroke. Saat dia cerita itu, dia bilang kalau kakaknya sedang tidur di pos polisi. Hidup setiap hari di jalanan. Dan mata semakin panas ketika dia bercerita kalau malam sebelumnya dia kena razia polisi. Salah seorang polisi menarik kerah belakangnya ke atas, dan dia hanya bisa teriak “saya bukan pencuri paak“. Sedih. Sedih mendengar cerita Ardian ini, tapi lebih sedih mengingat begitu banyak nikmat yang luput saya syukuri.

Hari Minggu kemarin, di Gedung Sate ada kegiatan One Day For Children yang di akhir acara ada penandatanganan kesepakatan antara Kementrian Sosial dan Pemerintah Jawa Barat untuk lebih memperhatikan anak-anak jalanan. Salah satu teman volunteer yang juga seorang mahasiswa STKS (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial) bercerita ke saya kalau dari 300 titik RPA (Rumah Perlindungan Anak) masih 8 yang benar-benar diurus oleh pemerintah. Semoga dengan program bersama antara kementrian sosial dan pemerintah jabar ini kehidupan anak-anak jalanan lebih diperhatikan.

Masalah sosial memang tidak akan selesai satu dua hari atau bahkan setahun 2 tahun, tapi pastinya ada sesuatu yang bisa kita lakukan. Kalau kata Adlai Stevenson : “it’s better to light a candle than curse the darkness”. Dan kalimat dasyat dari Rasulullah : “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”.

Dengan bermain dan mengajar mereka, bukan sepenuhnya membuat mereka bahagia. Sejatinya saya sedang membahagiakan diri saya sendiri.

Semoga ketika saya mulai mengeluh, saya akan ingat mereka. Mereka yang sedang diuji dengan kesulitan-kesulitan dunia. Semoga Sabtu ini bisa bertemu lagi dengan mereka🙂

13 thoughts on “Berbagi Bahagia

  1. mantabssss ris. Jadi teringat novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin sama ketika mas gagah pergi. Kesemuanya tentang kepedulian tentang anak jalanan.

  2. wuihhh,,,mupeng,,pgn ikut skulah,,kak…:)
    yap2,,akn jauh lbh baik mnyalakan ‘terang’ ketimbang mengutuk ‘kegelapan’…Cumunguudhhhh,kaka’ d(^,*)b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s