Reuni yang (diduga) Terfasilitasi

Sesuatu berjalan sesuai rencana itu menyenangkan. Memperoleh sesuatu sesuai ekspektasi awal itu lebih menyenangkan. Dan memperoleh sesuatu yang lebih dari ekspektasi awal itu sangat menyenangkan dan anugerah yang wajib disyukuri. Seminggu yang lalu saya menghabiskan weekend dari Bandung-Jakarta-Bogor-Jakarta-Bandung. Capek sih pasti tapi saya bahagia, banyak hal yang saya dapatkan weekend kemarin, salah satunya reuni yang diduga terfasilitasi ini. Alhamdulillah.

Beberapa bulan terakhir ini, kami ngrumpi di LINE hampir setiap malam. Sampai suatu hari Indah mengajak kami ikut kegiatan Ikatan Alumni. Awalnya saya antusias, kegiatan itu rencananya digelar di bandung. Okelah, dekat juga dari kos. Membuat esay sebagai syarat pendaftaran, mendaftar di hari terakhir, dan Alhamdulillah kami bertiga diterima menjadi peserta. Ternyata kegiatan itu fix dilaksanakan di cisarua, Bogor. Setelah melihat siapa saja yang diterima, WOW, seperti banyak yang kenal. Baiklah, bismillah berangkat.

Sesuai rencana, saya naik travel dari bandung, Lia dari tebet dan Indah dari sunter. Kami bertemu di kantor sekretariat Alumni di Tebet. Rombongan kami berangkat ke bogor jam 21. Walaupun sudah jauh dari jam pulang kantor, jakarta masih macet juga. Belum sampai masuk tol, saya sudah pulas sampai ketika bus sudah belok jalan masuk menuju tempat kegiatan.

Sembari kami menikmati welcoming late dinner, panitia memberikan pengumuman. Kurang lebihnya begini ” … panitia secara acak telah membagi kamar untuk peserta, kami tidak tahu siapa berteman dengan siapa, semoga saling mengenal…”. Kami bertiga kemudian senyum senyum sendiri, karena saya dan Indah satu kamar. Dilihat dari nomor kamar, Lia hanya selisih satu kamar dengan kami, kami tahu setelahnya ternyata kamar Lia ada di depan kamar kami. Tidak ada yang kebetulan bukan? Sungguh reuni yang diduga difasilitasi

Minggu pagi dan belum mandi

Menjelang tengah malam kami semua menuju ke kamar masing-masing. 15 Menit kemudian, muncul di grup rumpi kami “Aku ke situ ya“, lalu pintu sudah terdengar diketuk. Ngobrol banyak hal, heboh, rusuh, ramai sambil menikmati bolen coklat yang saya bawa dari Bandung. Tak terasa sudah mendekati jam 01.30 pagi, kami harus istirahat karena pagi jam 06.00 akan ada outbond. Terakhir kami menikmati moment seperti ini ketika kami menginap di salah satu kos di Gebang untuk menyelesaikan keuangan mudik bareng tahun itu.

Saya mengenal mereka di tahun ke-3 kuliah, sama-sama mempunyai “puluhan sks” di sekitaran kantin pusat. Bertambah puluhan lagi ketika tahun ke-4 kuliah, kami diamanahi bergabung dalam kabinet kepengurusan tahun itu.

Bertemu sahabat memang selalu memberikan energi baru🙂

Friendship is unnecessary, like philosophy, like art… It has no survival value; rather it is one of those things that give value to survival.

C. S. Lewis

4 thoughts on “Reuni yang (diduga) Terfasilitasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s