Keluarga Imajiner, Episode : Anak kesayangan

Dari yang sebelumnya, masih ada 3 anggota keluarga imajiner yang belum saya ceritakan secara khusus. Sungguh sulit menggambarkan ketiga keluarga saya ini, sama-sama sulit dengan alasan sulit yang berbeda beda. Oke, saya mulai dari yang paling sulit.

Anak kesayangan. Dia anak kesayangan papah. Ainisuri, perpaduan nama orang tua riil nya. Dipanggil anak kesayangan karena dia memang anak kesayangan papah. Like father like son, #ehh. Untuk kondisi ini, pepatah itu benar adanya. Menurut kacamata saya, papah dan anak kesayangan ini sebenarnya mirip. Dari segi pemikiran, sifat yang sama-sama keras dalam meraih sesuatu, idealisme, dan banyak lagi. Tapi apa jadinya kalau dua orang yang hampir sama itu bertemu? Dua kutub dengan muatan sama akan tolak menolak. Penjelasan panjangnya bisa diketahui dari Hukum Gauss. Dan untuk kondisi ini juga benar adanya.🙂

Anak kesayangan. Kenapa saya kesulitan menceritakan si anak kesayangan papah ini? Dia teman seangkatan sewaktu kuliah yang saya kenal pertama kali bahkan sebelum kami resmi diterima oleh rektor di graha kampus. Kami satu kos di tahun pertama kuliah. Saya sulit memilih bagian mana yang harus saya ceritakan, kalau istilah sekarang, dia itu sesuatu banget. =))

Sebagaimana saya tulis di sini :

Dia sangat istimewa, karena semacam mempunyai frekuensi yang sama untuk menggila. Saya dengan dia ibarat botol ketemu tutupnya, gembok ketemu kuncinya, sandal yang kanan ketemu yang kiri, saling melengkapi, sama-sama “gila”. Partner yang luar biasa.

Anak kesayangan. Di salah satu tulisan di blog ini, saya pernah menulis :

Darinya saya belajar berkata tidak untuk sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani, kadang lugas kadang tersirat. walo setiap orang punya cara masing-masing dalam menyampaikan pendapatnya,.saya menghargai caranya.

Anak kesayangan. Terlihat cuek, simpel dalam menyikapi sesuatu. Eh tapi tidak semudah itu pada prosesnya. Pemikir juga seperti papah.

Random foto dari mana-mana

Anak kesayangan. Imsomnia indeed. lunatic coffee. Maskulin yang sedang belajar feminin.🙂

Anak kesayangan. Ketika meluruskan sendok alumunium yang bengkok, bisa ditarik perlahan-lahan, toh akan lurus juga. Kalau dia meluruskan dengan langsung memukul bagian yang bengkok. Keras, ekstrim tapi memang dibutuhkan. Begitulah perumpamaannya, dia cenderung “keras” dalam berbicara dan bertindak, tapi memang benar juga adanya.

Anak kesayangan. Gigih dalam melakukan tugasnya.

Anak kesayangan. Filosof akut. Pembaca buku-buku “berat”.

Anak kesayangan. Pemijat handal dan ojek yang kredibel. Tangan emak-emak, kaki bapak-bapak.

Anak kesayangan. Saya dan dia memang sangat jarang ketemu. Saya di barat dan dia di timur. Itu yang membuat kami bisa menghabiskan berjam-jam ngobrol lewat telepon. Ngobrol dengannya tidak ada bosannya.

Anak kesayangan. Kreatif, apalagi soal berkata-kata. Banyak  vocab-vocab ajaib yang muncul darinya. Dan anehnya, kalau sudah begini, kami selalu nyambung. Cucok. ok. Selesai. Walau sebenarnya masih banyak.

Salam perjuangan sepuluh nopember maknicuwwww🙂

7 thoughts on “Keluarga Imajiner, Episode : Anak kesayangan

  1. Saya juga sulit…
    Sjjujurnya sangat sulit untuk mulai membaca dan meresapi ‘halaman’ ini…
    Hmmm,,sptnya saia bth wkt lebih juga utk menulis lbh ‘panjang’ di kolom reply ini…krn keburu ‘speechless’ duluan bacanya,,,
    Besok sajahhh,,saya akan kembali lg,,utk mngomentari halaman yg sgt sulit dikomentari ini,,,

    Eniwei,,hari2 ‘playon’ saya sptnya akan trs berlanjut ‘crowded’ bulan ini…
    Ttpi,slm saia msh dpt ‘guyuran aer segar’ dlm chapter ruang bacaan maya smcm ini bsama kalian,,brasa saya ga akan pnh capek bwt ‘playon’ marathon 100 km sekalipun…

    *i’ll be back tommorow…:P

    1. Weitss..kutunggu dirimu kembali..
      Biasane mamah cantik malah cuman nge-ym bilang : “kakak, aku speechless bacanya..gak bisa komen apa-apa”

      oke maknicuwww…dari dulu kan aku sudah berniat mendokumentasikan kebersamaan kitaaahh..semoga bisa menjadi kisah klasik untuk masa depan..eaaa…genjrengkan gitarmuu.. :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s