Keluarga Imajiner, Episode : PlayOn

Playon ini bukan play on versi english, ini playon versi jawa. Playon yang asal katanya dari mlayu, lari. Playon dalam bahasa jawa versi ponorogo maksudnya lari-lari, berlarian. Trus kenapa tiba-tiba menulis tentang ini? Jadi begini, suatu sore, anak kesayangan melaporkan kalau dia baru saja mengalami a part of our life called “running” di bandara juanda, Surabaya. Keluarga imajiner kami sudah sering playon, lari-lari. Salah satunya saat kami wisuda, sudah saya ceritakan di sini kehebohannya. Sampai saat ini, itu playon terakhir yang kami lakukan bersama-sama. Setelahnya masih ada, tapi secara parsial, berdua atau hanya seorang saja.

Playon di Stasiun Psar Turi, Surabaya.

Sekitar satu bulan sebelum wisuda, kami juga playon di stasiun kereta api pasar turi, Surabaya. Perjalanan yang macet dari sukolilo ke pasar turi lah penyebabnya. Kami ber-4, saya, papah, anak kesayangan, mamahkuy berencana ke jakarta mengikuti walk in interview perusahaan telco “kipas merah” walau tujuannya memang bias. Walk in interview hanya beberapa jam tetapi kami di jakarta selama 4 hari di rumah teman kami di kawasan klender, Jakarta timur. Sisanya? kuliner, blok M, ITC Cempaka Mas, dll. Kami dengan diantar bapaknya papah sampai di parkiran stasiun tepat ketika terdengar bunyi “teng tong teng tong …. kereta akan segera diberangkatkan”. Keluar mobil kami langsung lari. Melewati 2 petugas stasiun yang sedang berkomunikasi menggunakan HT (handy talky). Masuk gerbong kereta tanpa tahu itu gerbong berapa, dan kemudian kereta berangkat. Fiuuhh..alhamdulillah.

peacelovehappyknits.com

Playon di Jurusan Teknik Elektro, Sukolilo.

Sebenarnya, jauh hari sebelum 2 kejadian itu, kami sudah sepakat untuk tidak lagi menjadikan playon ini semacam hobi. Suatu kejadian dramatis yang membuat “hobi” itu harus dihentikan. Kejadian dimana hari itu adalah jadwal terakhir pengumpulan draft tugas akhir bagi mahasiswa yang berniat mengikuti sidang TA dan lulus semester genap tahun ajaran itu. Setelah semalaman saya mencetak 5 buku menggunakan printer epson inject yang kecepatannya sangat lambat, siang menjelang dhuhur, alhamdulillah saya sudah mengumpulkan draft Tugas Akhir. Tinggal menunggu jadwal sidang. Pengumpulan terakhir hari itu sudah ditetapkan jam 14. Sesaat setelah dhuhur, papah datang dengan membawa laptop dan printer HPnya. Belum selesai ngeprint dan masih harus mengoreksi beberapa halaman. Saya membantu dengan PC dan printer saya. Ternyata anak kesayangan dan mamahkuy juga belum selesai, mereka mengerjakan di kos, perumdos blok D. Di ujung perumdos yang lain, blok U, mamah cantik dan anak dunno ntah juga sama kondisinya, belum selesai. Makin panik ketika waktu bergulir mendekati jam 14. Komunikasi dengan blok D, belum selesai. Di blok U juga belum. Menurut cerita senior, dulu pernah ada yang gagal lulus semester itu karena dianggap tidak mengumpulkan dratf TA, sudah berusaha mengumpulkan tetapi terlambat.

Tetapi bukan keluarga saya kalau menyerah sampai disitu. Walaupun sudah lewat jm14, mereka masih semangat menyelesaikan. Sekitar jam 15, ada yang menelpon “aku sudah di pengajaran. cepet kesini, pokoknya segera kesini“. Saya yang mengangkat telepon itu, mendengar suara yang agak aneh, kemudian bilang ke papah “ayo pah, kayaknya ada sesuatu, suaranya agak aneh“. Sesampainya di sekretariat jurusan, kami saling terdiam. Segera menyelesaikan urusan. Ada mata yang basah, ternyata lobbying hari itu bisa sukses karena air mata. Sebenarnya saya ingin menceritakan siapa pahlawan itu, tapi orangnya sudah mewanti wanti jangan ditulis jati dirinya. Hahaha..Alhamdulillah kami lulus bareng, walau saat wisuda playon juga.

Playon di Stasiun Kereta Api Madiun.

Saya sendiri juga pernah, kejadiannya sekitar setahun yang lalu. Karena keasyikan ngobrol dengan sahabat-sahabat saya, kami baru keluar dari SS Super Sambal di jalan Agus Salim Madiun sekitar 10 menit sebelum kereta saya berangkat ke bandung. Dengan tergesa-gesa saya memasuki stasiun melewati pemeriksaan tiket. Dan petugas pemeriksa tiket bilang “Mbak, itu keretanya sudah datang, sebentar lagi berangkat”
Saya terkejut, “Hah?? oh iya, terima kasih“. Kemudian terdengar pengumuman kereta akan segera berangkat. Jalan cepat masuk ke kereta di gerbong manapun yang paling dekat. Belum duduk dan kereta sudah berangkat. Kereta Surabaya-Bandung itu biasanya hanya sekitar 5-7 menit berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Alhamdulillah saya tidak ketinggalan.

“Playon” versi saya ini bukan kebiasaan yang baik, seharusnya segala sesuatu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Tapi ketika itu terjadi, kita harus berusaha “playon” sekuat-kuatnya sebelum akhirnya benar-benar sudah tertinggal.🙂

*tulisan lama berstatus draft yang akhirnya dipublish karena muncul paragraf pertama.

9 thoughts on “Keluarga Imajiner, Episode : PlayOn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s