(Tampak) Bahagia

Waktu terus berjalan. Banyak hal yang sudah kita lewati dalam hidup ini. Sulit, susah, bahagia, lapang, sempit ada masanya sendiri-sendiri yang sebentar atau lamanya tergantung dari mana kita mengukurnya. Moment-moment itu meninggalkan “bekas” karena kita merekam semuanya dalam memori otak kita. Dan mungkin banyak bingkai foto yang mengabadikannya.

Kabinet bem ITS 2007-2008 cabang ibu-ibu

Beberapa minggu lalu, muncul foto ini di Facebook. Entah, saya sering tertegun melihat foto ini. Kenapa saya begitu tampak bahagia? Padahal kalau dirunut ke belakang, tahun terakhir kuliah adalah tahun paling “heboh” dalam 4 tahun masa kuliah. Memang sih, di tahun terakhir saya hanya kurang 21 sks untuk lulus dan itupun sudah saya bagi dalam 2 semester. Tapi ada puluhan “sks” lain yang harus saya selesaikan di tempat lain, bukan di jurusan Teknik Elektro dan bukan tentang akademik. Tidak mudah melewati itu semua, tapi toh semua memang ada masanya. Dan ternyata saya tampak bahagia, tidak ada gurat senyum dibuat-buat, apa adanya, bahagia.

Itulah hidup, boleh jadi sekarang kita sedang terpuruk dalam kesulitan, tapi semua itu ada masanya. Dan satu-satunya jalan untuk mengakhiri masa itu adalah melewatinya. Boleh jadi sekarang kita sedang susah-susahnya, tapi bahagia itu kita sendiri yang menentukannya. Mari lewati semuanya dengan bahagia.

*kemudian menghela nafas, dan tersenyum🙂

5 thoughts on “(Tampak) Bahagia

  1. ibarat membaca novel tere liye, kita harus membaca bagian terpuruk pada halaman 62 terlebih dahulu sebelum menikmati happy ending halaman 147.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s