Kesenjangan Bahasa

Komunikasi akan efektif ketika pesan yang disampaikan dapat dipahami dan ditafsirkan sama (sesuai maksud pemberi pesan) oleh penerima pesan tersebut. Wajar apabila dua orang berkomunikasi menggunakan dua bahasa yang berbeda, pesan yang dimaksud tidak terpahamkan dengan baik. Namun, ada kalanya, ketika sudah menggunakan bahasa yang sama, pesan tersebut masih belum terpahamkan juga.

Manusia menjalani hidup ini berdasarkan apa yang telah dia dapatkan dalam hari-hari sebelumnya. Dalam menggunakan bahasa pun demikian. Setiap orang akan menggunakan bahasa sesuai pengetahuannya, sesuai pengalamannya.

Akan sulit memahamkan kalau 2 itu adalah (2^3)/(√16) kepada anak kecil yang baru bisa berhitung 1-10 dengan operasi penambahan dan pengurangan saja. Komunikasi tersebut tidak lagi efektif.

Tertawa menemukan tulisan si agan di blocknote saya ini.

Karena tujuan komunikasi adalah penyampaikan sesuatu, akan bijak apabila pemberi pesan bertanggung jawab atas terpahamkannya pesan itu pada yang menerimanya. Tidak perlu menggunakan bahasa tingkat tinggi, tapi penerima pesan tak sanggup memahami. Namun, penerima pesan juga haruslah mau belajar, menambah pengetahuan.

Karena komunikasi itu soal toleransi, tentang berbagi, saling memahami.

Saya kangen dengan sosok yang selalu sabar berkomunikasi dengan saya, menggunakan “bahasa” yang sama, “bahasa” yang saya pahami sedalam pemahaman di otak saya. Padahal dia mampu “berbahasa” jauh levelnya di atas saya. Hal yang kadang sulit kebanyakan orang melakukannya, termasuk saya.

10 thoughts on “Kesenjangan Bahasa

  1. ha ha.. seharusnya teh felis membaca ini maka dia akan terharu dan menangis.. ha ha lebay.

    memang benar, bahasa adalah soal bagaimana pesan tersampaikan dengan baik.

  2. wkwkwk, ngakak baca tulisan sendiri di blocknote agan. Iseng bgt ya =))

    soal komunikasi, saya masih perlu banyak belajar gan. Masih sering kepengaruh mood, sering ngotot & ga sabaran. Tapi syukurlah di xirka suasasanya kondusif. Bener2 tempat belajar yang menyenangkan. Agan, para leader & temen2 yang lain selalu berusaha berkomunikasi dgn baik🙂

    jadi inget rapat tim model soal handover. Bahas hal teknis pake analogi lucu, hehehe. Masih ada ga rapat-rapat asik gitu?

    1. Masih banyak teh, coretan-coretan lain yang bikin ngakak, mulai gambar buah-buahan sampe batik. hahaha

      Tapi beneran ganzz…agan masih yang the best *apasih

      Hmm..belum ada lagi rapat-rapat asik kayak dulu😦

  3. saya juga awal2 klo diskusi awal sering pake ngotot ato emosi. Habis kalah melulu.. awal2. tapi semenjak udah biasa diskusi, ngobrol teknis itu menyenangkan, seru. Melatih kita lebih analitik, berpikiran open mind.
    apalagi klo misal topik teknis, tapi pake analogi….haha kangen suasana itu lagi.
    Bersyukur di xirka suasana belajar, orang2 nya juga mendukung.
    terimakasih buat semuanya, terutama teh felis, oky yg udah banyak banget ngedidik sy dengan sabar…hehe.
    Pernah suatu hari berjanji.. , klo punya keilmuan dan bisa dikontribusikan buat kemajuan bangsa.. , sy akan sepenuh hati memanfaatkannya dgn baik.
    smg masih ingat janji itu… soalnya makin tambah umur makin gak sabaran

    Thanks

    1. Wah ternyata iput juga punya pengalaman seru dalam hal ini..Alhamdulillah di xirka suasana yang kondusif untuk diskusi, untuk saling berbagi ilmu. Dan dalam diskusi memang bukan tentang kalah dan menang, jadi harus sama-sama sabar dan toleran.
      Semoga janjinya bisa bertunaikan dengan baik put🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s