Posted in cerita

NUHU(n)

Setelah beberapa hari berkutat dengan masakan bersantan khas lebaran. Hari itu saya usul ke ibu untuk membuat pecel dengan tempe goreng yang itu. Tempe tipis setengah jadi yang dibungkus daun dibeli di tukang sayur langganan dan digoreng sendiri dengan tepung bumbu yang itu. Tepung terigu dengan campuran bumbu yang dibikin ibu.

Continue reading “NUHU(n)”

Advertisements
Posted in cerita, riris banget

Catatan di Hari Kedua Lebaran

Anda pernah menahan tangis sekuat tenaga? saya pernah, sangat menyakitkan rasanya. Pagi itu tanggal 2 syawal, hari kedua lebaran. Secara umum, kebanyakan muslim sedang sangat bahagia. Merayakan hari kemenangan, berkumpul dengan keluarga. Namun di rumah sangat sederhana itu, hanya isak tangis yang ada. Salah seorang penghuninya meninggal dunia, bertemu dengan Penciptanya.

Continue reading “Catatan di Hari Kedua Lebaran”

Posted in cerita

Kembali ke Udik

Mudik, kembali ke udik. Kata teman-teman saya, udik itu kampung. Jadi ketika pulang menjelang lebaran dari bandung ke surabaya, itu bukan mudik. Itu Pulkot, pulang ke kota. Karena teman-teman saya mengklaim, surabaya lebih metropolis dibanding bandung. Terserah deh, toh saya tetap mudik. Entah kapan ponorogo akan lebih metropolis dibanding bandung.

Continue reading “Kembali ke Udik”

Posted in cerita

Kaca Dimana mana

Saya sering geli sendiri ketika membaca status orang di facebook atau twitter yang intinya ditujukan ke orang lain tapi orang tersebut hanya sedikit sekali kemungkinan membacanya, apalagi ngeh kalau status itu untuk dirinya. Misalnya nih :

“Lagi di angkot, aduh adek2 di samping jangan ramai dongg, pleasee”

“Terserah deh apa katamu, emang gue pikirin”

Dan yang aneh-aneh dan bikin geli lainnya. Tapi kali ini saya akan berlaku semacam itu loh, entah kena tulah atau apalah, tapi rasa penasaran ini menyebabkan banyak sekali lintasan pikiran yang liar dalam kepala saya. Sulit dibendung, sudah 2 hari ini saya mengernyit dan kadang senyum-senyum sendiri.

Continue reading “Kaca Dimana mana”

Posted in cerita

Sajadah Single

Tadi malem ketika tarawih di masjid, cuma sajadah saya yang terlihat single. Terlihat jelas karena jamaah wanitanya hanya satu shaf berjumlah sekitar 10 orang. Sajadah single adalah sajadah yang “ngepas” untuk satu orang, tidak kecil tapi memang ukurannya untuk satu orang. Entah bagaimana orang menamai sajadah model ini, barusan saja terlintas menyebutnya sajadah single. Saya punya 2 sajadah dan dua-duanya single, salah satunya yang ini, barusan saya foto setelah sholat ashar, sajadah yang saya duduki saat menulis ini. Sajadah dari jaman kuliah dulu.

Continue reading “Sajadah Single”