Sehat itu Nikmat

Seorang ibu sedang berdiri di pintu rumahnya, mukena sudah dikenakannya. Bersiap untuk ke masjid. Akhir-akhir ini si ibu itu selalu datang ke masjid setelah iqomah dikumandangkan. Padahal ketika adzan beliau dengar, sudah cepat-cepat mengambil air wudlu dan bersiap. Namun beliau memang berniat sholat di saff terakhir, agar jamaah lain tidak terganggu dengan sedikit gerakan anehnya ketika bangun dari sujud dan ketika akan berdiri. Beliau terkena asam urat. Penyakit yang membuatnya susah payah ketika sholat, pergelangan kaki dan lututnya sakit.

Bagaimana dengan kita? Eh, bagaimana dengan saya? Alhamdulillah saya masih sehat, segar bugar. Semua anggota tubuh berfungsi sebagaimana mestinya, tanpa ada yang sakit ketika digerakkan. Melihat si ibu itu, melihat semangatnya bersyukur ke Allah, berarti saya harus lebih bersyukur. Dengan sehat ini, dengan seluruh nikmat yang telah Allah berikan ini.

Kadang perlu sariawan dulu untuk ingat bahwa bertahun-tahun lidah ini sempurna digunakan. Kadang perlu pusing dulu untuk bisa merasakan kepala ini sudah bertahun-tahun menjadi anggota tubuh. Kadang perlu sakit gigi untuk bisa bersyukur kita pernah nyaman melakukan apapun tanpa adanya sakit gigi. Tapi apakah perlu menunggu moment seperti itu untuk bersyukur? Tentu saja tidak. Nikmat sehat, nikmat luar biasa yang dengannya kita bisa beraktivitas, untuk melakukan yang terbaik di dunia ini dan mengumpulkan sebanyak-banyak bekal untuk di akhirat nanti.

Salam selasa pagi, mari perbanyak syukur kepada Sang Illahi Rabbi.🙂

2 thoughts on “Sehat itu Nikmat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s