Posted in cerita

Ekspedisi Perburuan Bebek di Bandung (Episode 3)

Akhirnya ada episode 3. Harap maklum kalau episode 1 dan episode 2 terpaut jarak yang jauh dengan yang ke-3 ini. Begitulah, updating blog ini masih didominasi oleh mood. Dalam episode kali ini, ada 3 bebek yang dimunculkan dari beberapa tempat bebek yang sudah dijelajahi. 2 Diantaranya bebek yang sudah sering saya kunjungi.

Continue reading “Ekspedisi Perburuan Bebek di Bandung (Episode 3)”

Posted in riris banget

Kekuatan Kata

Saya suka kata-kata indah. Dan mungkin semua orang juga suka. Walau berbeda selera. Ada yang menggunakan kata-kata yang lugas agar sampai langsung ke makna. Atau diksi dengan perumpamaan yang indah. Saya suka rangkaian kalimat simpel, indah, rimanya pas dan penuh makna. Kadang-kadang demi mencapai itu, saya mengesampingkan tata bahasa indonesia yang baik dan benar. Kadang berantakan yang mana subjek, mana predikat dan objek maupun keterangannya. Asal  indah dibaca, asal ada maknanya. Intinya pada pemilihan kata yang saya suka.

Continue reading “Kekuatan Kata”

Posted in riris banget

Sehat itu Nikmat

Seorang ibu sedang berdiri di pintu rumahnya, mukena sudah dikenakannya. Bersiap untuk ke masjid. Akhir-akhir ini si ibu itu selalu datang ke masjid setelah iqomah dikumandangkan. Padahal ketika adzan beliau dengar, sudah cepat-cepat mengambil air wudlu dan bersiap. Namun beliau memang berniat sholat di saff terakhir, agar jamaah lain tidak terganggu dengan sedikit gerakan anehnya ketika bangun dari sujud dan ketika akan berdiri. Beliau terkena asam urat. Penyakit yang membuatnya susah payah ketika sholat, pergelangan kaki dan lututnya sakit.

Continue reading “Sehat itu Nikmat”

Posted in cerita

Nonton Pakai Hati

Begitulah rasa, sangat dinamis ternyata. Kadang tidak suka, kemudian bisa saja jadi suka, atau pada akhirnya jadi pernah suka. Jangan terlalu larut mempertahankan rasa, apalagi rasa tidak suka. Dan terlebih pada sesuatu yang tidak berhubungan langsung dengan hidup kita.

Kata saya

Dulu ketika masih SMA dan sedang fanatik parah ke Juve, sangat aneh melihat Bapak yang tidak mendukung satu tim sepakbola manapun. Jadinya, nonton sepakbola dengan Bapak sungguh tidak menyenangkan. Ketika tim A main bagus, pasti Bapak bilang “ah, B mainnya sih begini begitu, A tuh bagus“, dan beberapa menit kemudian ketika B menguasai pertandingan, maka komentarnya juga akan berubah. Objektif. Namun bagi saya saat itu, tidak menarik, tidak punya pendirian. Heran ya, punya tidaknya pendirian seseorang dilihat dari dia punya tim yang didukung atau tidak. 🙂

Continue reading “Nonton Pakai Hati”