Posted in riris banget

Doa setelah sholat dari ustadz Yusuf Mansur

Barusan buka blog setelah posting 2 hari yang lalu. Setelah cek statistik blog, terlihat banyak yang nyasar ke blog ini ketika mencari rangkaian bacaan dzikir dari ustadz Yusuf Mansur. Dan karena ada yang menanyakan di sini, baiklah, saya akan tulis semua rangkaian bacaan dzikir setelah sholat yang saya dapat dari ustadz Yusuf Mansur di wisata hati ANTV senin-selasa, 23-24 April 2012.

Continue reading “Doa setelah sholat dari ustadz Yusuf Mansur”

Posted in riris banget

Namanya Takdir

Ketika semua upaya sudah dimaksimalkan, ketika semua doa sudah dipanjatkan dan yang terjadi tidak sesuai dengan harapan, banyak yang bilang itu namanya sudah takdir. Berbicara tentang takdir memang tidak akan ada habisnya. Karena hanya segitunya kemampuan manusia untuk menerka-nerka sebabnya, merencanakan bagaimana terjadinya. Tapi Allah yang Maha Kuasa lah yang menentukan segalanya. Menentukan yang terbaik untuk hambaNya. Yang terbaik dari Sang Maha Baik.
Posted in cerita

Seriusan?

Hah? Seriusan??

Itu ekspresi mamah beberapa waktu lalu, mamah-cantik, mamah di keluarga imajiner saya. Maksudnya seriusan = serius, sungguh-sungguh.

Pertama kali mendengar kata “seriusan” ini ketika saya di bandung. Dan saya mengira kata ini termasuk bahasa sunda, “serius” dalam bahasa sunda. Seperti halnya “ditungguan”, “dicobian” dan kata dengan imbuhan -an lainnya.

Ternyata “seriusan” ini tidak hanya saya temui di bandung. Teman saya yang di jakarta juga memakai ini. Seringnya dipakai dalam kalimat tanya penegasan. Mungkin kata ini muncul sebagai pengganti “beneran??”, kata gaul lain, “benar” dengan imbuhan -an. Atau memang banyaknya orang jakarta yang ke bandung ketika weekend menjadi sarana penyebaran penggunaan kata “seriusan” ini.

Banyak sekali bahasa yang sudah beralih makna dan penggunaan. Contohnya “secara” dan “sesuatu”. Dan semacam bahasa gaul lain yang sadar atau tidak sudah keluar dari makna yang seharusnya. Entah ini keragaman bahasa hasil kecerdasan manusia atau hanya untuk lucu-lucuan belaka. Entahlah. Tapi masyarakat memang sudah menikmati menggunakan kata-kata itu. Termasuk saya.

Untuk yang “seriusan” ini, saya masih penasaran munculnya dari mana. Seriusan, saya gak paham. #eh

Posted in riris banget

Rezeki Pagi

Pagi-pagi setelah subuh itu paling enak untuk baca buku. Atau aktivitas lain yang biasa saya lakukan adalah dengerin MQ fm atau mengikuti ceramah ustadz Yusuf Mansur di ANTV. Dari ketiga aktivitas itu, dua hari ini saya memilih yang ketiga. Ternyata Allah berkehendak supaya saya mendapatkan ilmu ini, beberapa doa indah dalam rangkaian dzikir setelah sholat. Dalam dua hari ini, ustadz Yusuf Mansur menjelaskan tentang rangkaian dzikir setelah sholat, mulai dari istighfar, dan ada 2 doa indah yang baru saya dapat:

  1. Allahumma laa maani’a limaa ‘a’thaita walaa mu’thia limaa mana’ta walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu (Ya Allah tiada orang yang menghalangi terhadap apa yang telah Engkau berikan dan tiada orang yang memberi terhadap apa yang telah Engkau halangi dan kekayaan orang yang kaya itu tidak akan bisa menyelamatkan dia dari siksa-Mu) (HR al-Bukhari dan Muslim).
  2. Allahumma a’inna ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika (Ya Allah anugerahkanlah pertolongan kepada kami untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah yang baik kepada-Mu). Doa indah yang diwasiatkan Rasulullah kepada Muadz bin Jabal.

Beraktivitas pagi memang mendatangkan rezeki. Doanya indah kan? Mari kita amalkan. 🙂

Posted in cerita

Yang Pedas di Bandung

Pedas hanya sebuah kamuflase. Dengan adanya pedas, kita tidak bisa menikmati rasa asli dari makanan tersebut. Itu kata Naning, teman saya. Sebagai alibi karena dia memang tidak suka pedas.

Tapi saya penyuka makanan pedas. Walau memang akhir2 ini level pedas saya turun. Dibanding dengan Bilkis, level pedas saya jauh di bawah levelnya. Dan mungkin kalau dibandingkan dengan penyuka pedas lain, saya termasuk yang di bawah rata-rata. Begitu relatifnya pedas, tergantung lidah masing-masing. Sungguh luar biasanya Allah yang menciptakan lidah.

Continue reading “Yang Pedas di Bandung”

Posted in cerita

UN, Berjuta Rasa

UN SMA sudah selesai ya? Mungkin perasaan kebanyakan siswa yang selesai UN adalah lega, ada pula yang sedikit kecewa karena menyadari ada beberapa jawaban yang salah, banyak ekspresi yang menggambarkan suasana hati. Klo saya dulu, selesai UN SMA, ada banyak jenis “rasa” yang berkecamuk di dada, #eaaa. Ada penyesalan, takut, rasa bersalah, heran, entah berapa lagi jenis “rasa” yang sulit diungkapkan.

Continue reading “UN, Berjuta Rasa”

Posted in cerita

Demam Mas Gagah

Sejak saya beli buku “17 Catatan Hati : Ummi” nya Asma Nadia, saya jadi tertarik dengan buku-buku keluaran Asma Nadia Publishing House. Ternyata keren-keren, ups, emang selama ini kemana aja. Beberapa hari yang lalu saya beli KMGP, “Ketika Mas Gagah Pergi dan kembali”. Saya sudah tahu ceritanya sih, sudah pernah baca. Entah baca dimana, yang pasti saat kuliah dulu. Karena sewaktu SMA, saya belum kenal majalah Annida apalagi Mas Gagah, saya kenalnya mas Zidane, mas Del piero dan mas-mas lain kawan-kawannya di tabloid bola atau soccer.

Continue reading “Demam Mas Gagah”