Karna Ku Sanggup

Tadi malam, saya menyalakan tv sekitar jam 18.30, saya kira ada indonesia lawan vietnam. Sewaktu mindahin channel ke RCTI, eh ada 2 yang menarik.

Menarik yang pertama. Ada judul sinetron yang aneh, “mimo ketemu posha”. Hmm.. di “dunia” saya, biasanya mimo ketemu diversity, mimo ketemu beamforming, mimo ketemu channel estimation, dst. Nah apa-apaan ini mimo ketemu posha. Saya gak tahu ceritanya sih, pas lihat langsung selesai aja. Emang ini mimo apa? Hehe..sudahlah, beda dunia kok.

Menarik yang kedua, semacam soundtracknya sinetron itu ada lirik : Karna ku sanggup, walau ku tak mau (entah lanjutannya lupa, hanya bagian itu yang saya ingat pas nulis ini). Ketika mendengar itu, saya seperti menyadari sesuatu. Kayaknya saya pernah dengar lagu itu, tapi entah kenapa yang tadi malem itu tidak biasa, dan sampai saya menulis ini. Keren ya kalimatnya.

Katanya hidup itu perjuangan. Hidup itu proses pembelajaran. Ujian hidup datang silih berganti. Ada yang ringan, ada yang berat, ada sedih, ada bahagia, ada sukses ada gagal, ada yang kecil ada yang besar. Tapi itu semua hadir karena kita sanggup melaluinya bukan? Allah tidak akan memberikan ujian kepada yang tidak sanggup melaluinya, melainkan memang untuk membuatnya lebih kuat.

Barusan search lirik keseluruhan, ternyata liriknya gak banget. Tapi terserah, bagi saya, kalimat ini tetap keren, seberapapun besar ujian yang Allah berikan, itu karna ku sanggup, walau ku tak mau. Iya, cukup sampai “karna ku sanggup” aja, selebihnya ridlo atas semua yang seharusnya sanggup kita lalui.🙂

Jadi ingat salah satu doa di al-ma’surat:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapatkan (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapatkan (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampuni kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

 Al-qur’an surah Al-Baqarah surah ke-2 ayat ke-286.

4 thoughts on “Karna Ku Sanggup

  1. “Karna ku sanggup, walau ku tak mau”, hemm sebenarnya sanggup, tapi hati tak mau.
    Jadi mengingatkanku ketika Allah menurunkan ayat ketika kaum munafik dan sebagian orang beriman dalam hatinya ogah berperang di perang badar.

    “Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya” Al Anfal:5.

    Tidak suka bukan berarti tidak sanggup, hemm kalimat unik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s