Posted in cerita

Keluarga Imajiner, episode : Adek

Adek. Namanya Tatin Nurfauzia Ningsih. Ketika ada saya, Tantri, dan Tatin, pastinya sepakat dong kalau Tatinlah yang dipanggil adek. Dari segi umur pun, dia memang yang paling muda. Kalau dilihat dari wajah, kadang-kadang memang dia kelihatan yang paling muda. Tapi jangan salah, wajah mudanya itu kadang juga terlihat jadi paling tua. Wajah nenek-nenek #eh.

Continue reading “Keluarga Imajiner, episode : Adek”

Posted in riris banget

PTKH0708

Karikatur dari FB Indah

Aku tersenyum membaca tulisan di halaman pertama buku kenangan ini :

Tempat kami bersama dulu, mungkin menjadi saksi bisu. Perjalanan para generasi harapan yang terlahir, terlatih dan terasah..selalu menggemuruhkan semangat : Perjuangan Tak Kenal Henti” Demi memenangkan satu tekad perjuangan.

Di halaman kedua tertulis:

Berawal dari ketiadaan, kami berusaha membangun sebuah peradaban, mengumpulkan yang berserak, mempersatukan yang tercerai-berai, menyatukan kehendak banyak orang dan saling bertukar pikiran.. untuk kehidupan yang lebih baik. Untuk masa depan yang lebih cemerlang.

Lalu beberapa quotes:

Some people come into our lives and quickly go, some stay for a while and leave footprint in our heart. But we are never, ever the same..

Even though we are not the same, different ways, and we walk on different path, different road in this life, we still be as one.

Melihat foto-fotonya, ah, Aku kangen kalian. 🙂

Posted in cerita, riris banget

Pilihan dan Kesempatan

@indahbaroroh: Msi seger d memori,dl wktu masi mahasiswa sering ikut aksi demo damai brg @lianesia @yoshinblue @ririsnovie|nah skrg,ga kpikirn sm skali 😀

Sekarang ini, aksi mahasiswa sedang menjadi sorotan. Saya tidak akan banyak komentar, karena dari sudut pandang manapun, aksi anarkis tidak dibenarkan. Walaupun memang tidak semua bisa dinilai dari hasil akhir, setiap sesuatu ada banyak faktor yang mempengaruhinya.

Continue reading “Pilihan dan Kesempatan”

Posted in cerita

Keluarga Imajiner, episode : Papah

Papah. Namanya Adiwena Tantri Bandini. Bayangkan ketika kami sedang di tengah keramaian salah satu mall di surabaya, salah satu dari kami memanggilnya “Pah Papah, lihat sini deh, ini bagus loh”. Atau ketika kami sedang di salah satu warung makan di daerah keputih sukolilo, Tantri sedang duduk di meja, salah satu dari kami mendekat ke penjual makan dan dengan sedikit berteriak ke Tantri “Pah Papah, kamu makan apa?”. Pastinya orang-orang di sekitar yang mendengar akan merasa aneh, tapi panggilan itulah yang biasa kami berikan ke Tantri. Walaupun ketika sedang di tempat umum kami sudah berusaha memanggil Tantri dengan namanya namun kadang-kadang tanpa sadar kami memanggilnya  “Papah”. Panggilan kesayangan. Hahaha 🙂

Continue reading “Keluarga Imajiner, episode : Papah”

Posted in cerita

Keluarga Imajiner

“Aku pengen nulis tentang keluarga imajiner”. Entah sudah berapa kali saya mengucapkan kalimat itu. Puncaknya sekitar tengah tahun kemarin, demi mendengarkan kalimat itu, Tatin membuatkan homepage dengan domain berbayar. Dan ternyata homepage itu hanya berumur beberapa bulan karena kalimat itu hanya sampai di mulut saya tanpa aplikasi yang jelas. Yang pasti karena saya malas.

Continue reading “Keluarga Imajiner”

Posted in cerita

3T : Tanda Tangan Tere liye

Di cerita sebelumnya, saya memang menambahkan planning ke Islamic book Fair 2012. Tujuan awal saya ke jakarta adalah menepati janji. Saya pernah janji ke yekti, untuk menengok Ara. Felisha Zahra Kurniawan, putri pertama dari pasangan pertama e44. Hihi.. Insya Allah akan muncul pasangan e44 kedua, ketiga, dan mungkin seterusnya. Dan ternyata itu adalah sahabat-sahabat dekat saya, Subhanallah.

Continue reading “3T : Tanda Tangan Tere liye”

Posted in cerita

Rempong To the Max

Padahal hanya akan ke jakarta dan sudah sering juga, tapi kali ini hebohnya luar biasa. Berawal dari sms Tatin di jumat pagi, mengabarkan kalau tadabbur Qur’annya bukan di masjid BI, tapi di tebet utara. Nah loh, dimana pula itu. Sabtu minggu kemarin saya ke jakarta, ikut tadabbur Qur’an yang ternyata di tebet utara, ke Islamic Book Fair di istora senayan, pastinya ke BSD dan agenda utamanya silaturahmi ke tempat yekti menengok ponakan di kalibata.

Dari jumat pagi sudah heboh search rute yang harus saya lalui untuk sampai ke tebet utara dari pol travel sarinah. Sudah dapat sih, tapi kok riweuh, 2 kali ganti busway, sekali metromini dan entah. Hehe..Siangnya telfon ke travel lagi, pesan yang turun deket Tebet. Ok, akhirnya mengambil travel tujuan cikini tapi turun tebet. Sorenya baru nanya ke yekti-fajar, naik apa dari BSD ke kalibata dan dari kalibata ke pol travel. Ok, semua rencanya fixed.

Dan bagaimana kenyataan yang terjadi? Bedaaa…

Continue reading “Rempong To the Max”