Surprise

Pagi yang cerah, di depan laptop ditemani wafer superstar favorit, dulunya sih namanya superman. Wafer dengan bungkus warna orange. Saya masih menunggu sekitar 2jam lagi untuk bersiap-siap berangkat. Ada acara yang mulainya jam11-17. Blog Walking, mengecek email dan tab terakhir adalah dashboard blog saya. Klik New, kemudian Post. Menulis ini, dan Publish. Kemudian yang ini. Tapi sedikit aneh dengan tulisan saya yang kedua. Sebenarnya endingnya bukan begitu inginnya. Ada something yang akan saya sampaikan. Karena setelah selesai menulis paragraf 2, tiba-tiba ada sms masuk ke hp saya : Lagi maem di depan MBA-ITB.

Hah? kaget campur bahagia. Sms dari adik saya. Reflek, menulis bagian akhir yang muncul tiba-tiba, dan yang lebih aneh, memberi judul “Random”. Lalu saya ke kamar mandi, mematikan laptop, dan berangkat ke gelap nyawang.

Sampai sana, ada bus pariwisata dengan semacam spanduk yang bertuliskan “Study Tour Mahasiswa Guru Institut Studi Islam Darussalam…”. Yup, itu busnya. Namun tidak saya temui wajah yang saya kenal. Tak jauh dari situ, hanya ada 4 orang yang berjalan dengan model khas pondok madani, menuju Salman. Iya, bahkan dari belakang, di kondisi ramainya bandung, saya masih mengenali model khas orang-orang pondok madani itu.

Saya berkali-kali menelfon adik saya dan tidak diangkat. Setelah memencet call yang ke-4 kalinya baru diangkat. Ternyata dia sedang jalan ke sekitar gedung sate. Fiuh, ngapain juga ikut beramai-ramai di hajatan tiap pekan itu.

Adik saya meminta saya menunggu di sekitar bus saya. Tapi karena saya ada acara jm11, dan mungkin rombongan adik saya masih agak lama kembali ke bus. Akhirnya saya yang mengalah, saya bawa 2 pan medium pizza hut yang barusan saya beli ke ramainya gasibu. Tidak sulit mencari, dia sudah meninggalkan rombongan dan menunggu di tempat kami janjian ketemu. Dan kamipun jalan dari gasibu ke gelap nyawang. Jauh sih..tapi gak papa, sepanjang jalan kami bisa mengobrol, dan pastinya sambil menelfon ibu di rumah. Pamer..🙂

Alhamdulillah, saya bisa ketemu dengan adik saya di Bandung.

Adik yang belum pernah sekalipun bisa ikut mengantar saya ke stasiun. Adik yang hanya bisa di rumah selama 12 jam ketika saya mudik 4-5hari. Adik yang hanya bisa 2-3 di rumah ketika Idul Fitri. Adik yang saat wisuda saya pun tidak bisa hadir. Adik yang hanya bisa pulang sebulan sekali padahal cuma berjarak kurang dari 15km dari rumah. Adik yang menyebut pulang ke rumah hanya dengan kata mampir. Adik yang tidak bisa di telfon setiap saat. Adik yang kadang saya paksa jadi kakak.

Itulah adik saya. Orang yang tidak pernah sekalipun mengeluh dengan pilihannya, tidak pernah mengeluh dengan segala kesibukannya.

Alhamdulillah, dua ahad berturut-turut yang menyenangkan.🙂

6 thoughts on “Surprise

  1. Weeewww barakallah yaa ketemu adeknya, saya jadi ingat dulu saat masih kuliah di Surabaya sementara kakak perempuan saya satu-satunya kuliah di Malang. Jarang sekali bisa ketemu . . . .

    Btw, wafer salut coklat bungkus orange “superman”. . . saya juga suka banget. Saat masih kecil, setiap ibu saya dari acara dimana . . . sering membelikan wafer tersebut ^^

  2. alhamdulillah ketemu adiknya ris. hmm… kok sms adiknya pendek banget ya😀.
    kalau dalam istilah orang jawa namanya gemati. ya itulah sy rasa riris adalah figur kakak yg ‘gemati’ pada adiknya. walau ketika mau bertemu harus lari pontang-panting dari salman ke gedung sate sambil membawa kardus2 pizza. Dan akhirnya bisa bertemu juga.
    sedikit saran boleh ris ? mungkin klo dari cerita ini yg sy tangkap alangkah baiknya jika adiknya riris lebih bisa meluangkan waktunya untuk riris walau sesibuk apapun. sy yg teramat sibuk disini pun, masih menyempatkan sms ke kakak, telpon ke ortu.

    1. hehe…makasih put sarannya. eh, tulisan saya kesannya menyudutkan adik saya ya? hmm..kayaknya saya harus minta maaf nih ke adik saya…
      Saya akan menambahkan dua kalimat yang memang terlewat belum saya tuliskan.

      1. sedikit sih ris, tapi wajar ko. ya begitulah ris warna-warni persaudaraan antara kakak dan adik. Indah kan ya😀. Tapi agar persaudaraan itu indah, banyaklah mengalah & berkorban. Jgn terlalu berdebat pd hal yg kurang prinsipil.

        sy juga punya kakak di desa. hmm… kami bagi tugas. kakak sy (*cewe) mengalah tinggal dan membangun rumah hanya beberapa meter dari rumah ortu kami. kakak sy lebih memilih tinggal di desa. sedangkan sy dari dulu jarang pulang ke rumah. klo ditanya disuruh pulang, ya alasannya begitulah…hehe. Yang pasti kami jarang bertemu, tapi begitulah persaudaraan kami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s