Cerita Minggu Pagi

Minggu pagi kemarin, saya mengikuti seminar muslimah di Darul Hajj, di komplek pesantren Daarut Tauhiid. Saya belum akan menceritakan tentang seminar yang saya ikuti, di lain tulisan saja, karena akan panjang. Kali ini saya akan menceritakan kejadian sebelum seminar dimulai.

Setelah selesai registrasi dan menerima seminar kit, saya dan temen saya indah masuk ke ruangan. Tanpa sengaja, hampir menabrak seseorang, eh ternyata orang yang sangat saya kenal. Beliau adalah pengajar tahsin saya di salah satu lembaga pembinaan Al-Qur’an di jalan Pahlawan Bandung. Setelah berjabat tangan dan cipika cipiki, kami sedikit ngobrol:

Teteh : “Apa kabar? kok jarang kelihatan, udah lulus tahsin 4 kan?
Saya : “alhamdulillah teh, baik, iya, seharusnya saya tahsin lanjutan, sudah daftar untuk kelas tahsin lanjutan sih, tapi belum masuk2
Teteh : “Kenapa atuh? ayo dilanjut lagi belajarnya
Saya : “teh, saya udah jeda 3 bulan ini, langsung masuk ke takhossus* aja kali ya, udah goyang-goyang ini
Teteh : “udah 3 bulan ya? ya tar paling tes lagi
Saya : “hehee, insyaallah teh

Yang terlintas dalam pikiran saya saat itu, Allah seperti “memaksa” saya untuk kembali melanjutkan belajar tahsin. Bagaimana tidak, saya selalu menunda-nunda untuk masuk tahsin lanjutan. Hari itu, saya dipertemukan dengan pengajar saya. Jlebb…Malu..

Teteh pengajar tahsin saya ini ternyata adalah salah satu panitia seminar. Di awal acara beliau tasmi’ (memperdengarkan) bacaan Al-Qur’an surat al-Qamar, tentunya tanpa melihat Al-Qur’an, beliau sudah hafal 18 juz. Saya dan indah, hanya bisa saling berpandangan, tersenyum getir “indaaahh, gimana hafalan kitaaa“. Jauh, sangat jauh. Jlebb…Malu..

Sepanjang hari itu, banyak sekali pelajaran yang saya dapat. Pagi itu, hanya salah satunya. Bukankah tidak ada yang kebetulan dalam hidup? Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, mengingatkan hambaMu dengan sangat lembut. Bukankah kalau sudah berniat baik harus segera dilakukan? Kita tidak akan tahu, rahmat iman ini sampai kapan masih melekat di hati, tidak pernah tahu kapan kita akan mati. Sungguh, Allah Maha Baik. Dengan menulis ini, semoga sabtu ini saya benar-benar akan ke jalan Pahlawan untuk mengurus jadwal kelas tahsin lanjutan. InsyaAllah. Semangat!

“Dan kunci-kunci semua yang gaib ada padanya, tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahuiNya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak ada sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)”

(Alqur’an surah Al-An’am surah ke-6 ayat ke-59)

*kelas perbaikan.

7 thoughts on “Cerita Minggu Pagi

  1. pertamax..

    wuaaahhh tahsin…, udah dari sejak lama pengen belajar tahsin. Cuma selalu kepikiran gimana caranya ya, karena waktuku yang tidak menentu (pulang 2 minggu sekali, kadang berubah2 jg jadwalnya).

    dah dari dulu pengen banget memanfaatkan waktu sabtu-minggu untuk menggali ilmu (belajar tahsin, les English, kursus Arab dsb). Cuma yaa gimana lagi sepertinya hidupku saat ini memang tidak wajar. Sering merasa minder dengan istri yang punya segudang aktifitas. -lho, kok malah curhat!!- ha ha…

    semangat ris, mumpung masih muda dan waktu masih sangat flesksibel!!! cari ilmu sebanyak banyaknya.

    1. Semoga segera wajar mas, bisa memboyong mbak yuli ke bandung🙂 oiya, saya ada file video tahsin albanna, bisa belajar sendiri sih, walo memang kalau belajar tahsin harus ada patner untuk membetulkan bacaan. eh, mas fifin kan ada mbak yuli, bisa tuhh…klo mau, tar filenya saya taruh di fifin-share.

      yoaii…mari semangat menambah bekal berpulang.

      1. amin. akhir tahun kmr genap syarat 5 tahun pengabdian PNS. Skr lg coba proses mutasi. semoga dimudahkan.

        Sebenarnya istri jg belajar tahsin metode ummi dr teman liqo’nya yg dah jago. Cuma kok aku ndak cocok ya. Ndak cocok dgn style saya selama ini. Klo menghafal, lebih suka mengambil contoh dgn mendengarkan murotal saja hik hik.

        oke sip, taruh di fifin-share aja.

  2. ke-5 Yes. wah subhanallah ris, terimakasih sudah mengingatkan dengan lembut. 2 tahun yang lalu saya pernah bersemangat juga menghafalkan Al Qur’an. terus futur. Semoga cita-cita menghafal AlQur’an masih tersimpan, walau nanti hanya hafal beberpa juz.

    Semangat ris, bila kita menjaga Al Qur’an maka Allah akan selalu menjaga kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s