BODY Rafting

Di milis e44 sedang heboh membahas rencana liburan ke Lombok awal tahun depan. Etapi saya tidak ikut. E44 memang mempunyai program liburan bersama “e44 on vacation”. Sebelumnya ada di tahun 2008 dan 2010. Ada bagian paling seru dari e44 on vacation 2010 yang belum saya tulis di blog ini. Bagian terakhir dari serangkaian liburan sabtu-minggu setahun yang lalu. BODY rafting.


Hari minggu itu, setelah sarapan dan check out dari penginapan di dekat pantai pangandaran, bis kami meluncur ke cukang taneuh, terkenal juga dengan nama green canyon, 1 jam perjalanan dari pantai pangandaran. Sampai sana, beberapa teman langsung ke tempat pendaftaran untuk rafting. Dan kami sepakat, semua orang dalam rombongan akan ikut rafting. Ini kali pertama saya akan rafting. Dalam bayangan saya waktu itu, yang namanya rafting adalah rombongan kami akan dibagi dalam beberapa grup, masing2 grup naik boat, kami mengayuh boat dan semua pakai pelampung, melewati sungai dengan arus yang deras, akan berteriak-teriak karena boatnya terbawa arus sungai yang deras itu.

Setelah harga disepakati, kami semua bersiap. Masing-masing memakai pelampung, ada sepatu, pelindung kaki dan helm penutup kepala. Untuk menuju sungainya, kami akan naik mobil dengan kap terbuka. Dibagi dalam 2 mobil. Ternyata memang agak jauh dengan medan yang kurang bagus, semacam rally offroad.

Setelah sampai, kami masih harus berjalan kaki, kalau yang ini semacam hiking naik turun gunung.


Dan sampailah kami di depan sebuah gua, di pinggir sungai jernih dengan arus yang tenang dan pemandangan yang subhanallah bagus banget. Sejenak saya masih terpana dengan suasana alam yang asri ini. Subhanallah betapa besar kuasa Allah yang mencipta ini semua. Tapi beberapa saat kemudian, saya tersadar. Lhah, kok gak ada boatnya? Kok arus sungainya gak deras? Hemm…


Kemudian beberapa guide menjelaskan mekanismenya. Kami satu2 akan dicemplungin ke sungai, mengapung di sungai mengikuti arus yang tenang, entah mau pakai gaya apa. Nah loohh…saya gak bisa renang euy.. BODY Rafting ini baru saya sadari waktu itu, di pinggir sungai tempat eksekusi. Sekali lagi BODY Rafting!! Bukan Rafting biasa. Ini pakai BODY sendiri alias badan ini yang bakal dicemplungin langsung ke sungai. Mo balik lagi ke bis? Tidak ikut petualangan seru ini? Bisa sih, hiking lewat hutan2 yang tadi ke tempat kami turun dari mobil kemudian harus jalan ke tempat parkir bis yang jauh banget karena kemungkinan kendaraan yang menjadi tumpangan kami tadi sudah tidak ada di situ. Tidak ada pilihan lain ya harus ikut mengapung di sungai ini sampai tempat parkir bis tadi. Aheeee… Petuangan dimulai.

Mengapung di sungai, bagi teman-teman yang biasa renang sih gak masalah, pasti akan menikmati banget. Karena keindahan pemandangan kanan kiri ditambah langit yang begitu cerah. Tapi untuk saya yang notabene gak bisa renang, ya masih takutlah. Walaupun pakai pelampung, kalau saya tenggelam gimana? Kalau saya kebawa arus kemana-kemana gimana? Nah, bahasanya jadi ribet gini..Hahahaa…cupu banget yah. Tapi saya juga ingat, tujuan saya liburan itu untuk refreshing, senang-senang bersama. Saya tekankan ke diri saya waktu itu. Saya harus bahagia di sini, harus menikmati.


Kami satu persatu nyemplung ke sungai. Tiba giliran saya nyemplung, byuuurrr…terus mengapung. Melihat ke atas. Pohon-pohon yang rindang, ada beberapa burung, tebing yang tinggi, wowww…subhanallah. Luar biasa. Namun ada kalanya arus sungainya deras dan batu-batu yang banyak. Nah ini harus hati-hati. Saya harus mengatur kemana tubuh saya mengapung dan jangan sampai menabrak batu. Di beberapa titik, kami harus berhenti dulu, apalagi saat arusnya deras. Pernah di arus yang sedang, saya harus mengapung ke pinggir untuk berhenti dulu, karena sudah lumayan capek, saya tidak bisa parkir ke pinggir. Saya teriak ke temen2 “Woii reekk…aku gak bisa parkir ini, bisa-bisa di bawa arus, tarik pelampungku doong”. Dengan santai, teman-teman saya bilang “Ayooo ris akui dulu kalau milan adalah tim terbaik di dunia”. Hadeeeuuhhh…bisa-biasanya mereka becanda. Saya tidak kalah berdrama bilang “nyawakuuu dipertaruhkaan iki”. Itu salah satu keceriaan kami di air, toh mereka juga menarik pelampungku. Hehee, makasih temans.


Di salah satu titik, ada hal yang paling menantang. Terjun dari tebing dengan ketinggian lebih dari 7 meter. Saya yang cupu banget waktu itu, mending menunggu di bawah dan menyemangati temen-temen yang akan terjun.


Oiya, di salah satu titik, saya hampir tenggelam loh. Setelah istirahat, di akhir sesi, di sungainya bakal banyak perahu. Orang-orang yang datang kesitu dan tidak BODY Rafting seperti kami, bisa menggunakan jasa perahu. Perahu dari dekat tempat parkir menuju ke titik itu. Titik dimana para peserta rafting mendekati akhir sesi. Sekitar  1/5 dari keseluruhan jalur kalau BODY Rafting. Nah, untuk penyemplungan terakhir, airnya agak deras dan ada beberapa perahu. Giliran saya nyemplung, byuurrrr…saya malah mendekat ke salah satu perahu kemudian ke bawah perahu. Kan gak bisa napas ya, di dalam air gt. Pengalaman ini saya tulis di postingan terpisah aja, suasana nya jadi beda gini, takut merusak alur cerita yang indah ini. Hehehe…

Seperti disebutkan di atas, kami tidak bisa mengapung sampai dekat tempat parkir, ada perahu yang menjemput kami. Alhamdulillah hari yang luar biasa. Setelah melewati arus yang deras, batu yang besar, memandangan yang indah, air sungai yang tenang, kami naik perahu menuju ke tempat bis. Bersih-bersih, sholat, makan dan kemudian balik ke bandung. Dan efek pegel-pegel di badan karena BODY Rafting ini baru seminggu akan hilang,  namun kenangannya tidak akan mudah hilang. Sudah 1 tahun, dan pengalaman itu masih lekat di ingatan. Alhamdulillah, masih senyum-senyum mengingat semuanya.

Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri, Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

(Alqur’an surah Az-Zariyat surah ke-51 ayat ke 21-22)

7 thoughts on “BODY Rafting

  1. Kalau body rafting itu yg gak ketulungan capeknya adalah menyeimbangkan badan agar searah maunya pelampung dan arus. Aku sering gagal, pengennya menatap keatas terus, api ada perputaran air sedikit saja langsung kebalik kebawah lagi dan nyunsep menatap air. Dan setuju body rafting sensasinya beda dengan boat rafting, kalau pakai boat lebih cepat sampai tapi lebih konsen menatap pemandangan sekitar. Kalau body rafting kita sibuk membetulkan hanyutan tubuh agar tetap nyaman🙂

  2. @drg.nella : iyaaaa….seru banget bu dok, silakan mencoba dengan mas dion🙂

    @evi : bener banget mbak..pengennya santai pengapung tapi juga harus ngatur kemana tubuh terbawa arus, wah kayaknya udah sering nih🙂

    @tatin : kok jadiii tatom? hehee…sayangnya dikau waktu itu ada agenda lain adeekk…semoga lain waktu kita bisa liburan bareng :*

    @aditya eka prawira : iyaaaaa bangeeettt…silakan mencoba🙂

  3. hemm saya sih belum pernah yang namanya rafting ris (#super_cupu), baik body rafting maupun head rafting… loh enek head rafting?? opo iku!!

    ngomongin nyemplung-nyemplungan, jadi ingat dulu aku pernah hampir tenggelam ris, eh udah tenggelam sih, maksudnya hampir tewas.. #horor

    untuk ada pahlawan tanpa tanda jasa yang beberapa saat di dalam air akhirnya dia menolong.. padahal nafasku dah hampir habis.. huap huap.. air dah banyak ketelen..

    1. head rafting bisa dilakukan di rumah masing2..mungkin semacam keramas gt kali ya…hahaha

      Lah kok bisa tenggelam gt bos? main bolang2an ya? wah, kayaknya bakal menarik kalau bisa dituliskan di blog, mungkin bisa jadi pelajaran buat yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s