– Calon Istri Yang Tertukar Part 2 –

Alhamdulillah Idul fitri telah tiba, Fadil dan kamila saling meminta maaf dan ini sms mereka di hari pertama lebaran:
(sms)Fadil : “nanti klo udah gak sibuk, kasih tau ya..tar aku jemput ke rumahku”
(sms)Kamila: “hehe…insyaallah, mungkin jumat”
Dan jumat paginya :
(sms)Kamila : “maaf, ternyata tidak bisa hari ini, td malem om ku meninggal”
(sms)Fadil  : “oh, innalillahi wa inna ilahi rojiun..semoga amal ibadah beliau diterima Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran”
dua jam kemudian:
(sms)Fadil  : “klo mo takjiah ke tempat om mu alamatnya dimana ya?”
Kamila tidak tahu kalau ada sms masuk sampai akhirnya fadil telfon.
Fadil    : “Aku pengen takjiah, tapi bisanya nanti sore, alamatnya dimana ya?”
Kamila : “ini masih aku dirumah om,agak jauh dari rumahku, tar siang aku pulang, hmm..dari perempatan itu ke timur, rumahnya kiri jalan, ato mo ke rumahku dulu?”
Fadil  : “oke, gampanglah klo itu, insyaallah nanti sore ya”
Jumat siang, Fadil menelfon kamila, kamila sudah di rumah, td kamila pulang bareng adeknya.
Fadil  : “bapak ibu ada? tidur ya?”
Kamila : “ibu masih di rumah om, bapak lagi keluar..hehe..jadi gak ada orang di rumah”
Fadil  : “wah..gak enak klo di rumah gak ada orang, ya udah ke rumahnya kapan2 aja ya..oiya ini ngobrolnya lewat telfon aja, td ngobrol sama bapak, ditanyain tentang weton(hari lahir dalam penanggalan jawa)”
Kamila : “oh..klo gak salah aku sih sabtu pon, masih pake pedoman tentang weton gt? hehe..terserah sih, kalau keluargaku gak pake pedoman itu, insyaallah cuman yakin ke allah aja”
Fadil  : “aku juga baru tau kok, ya pengen nurutin bapak aja”
Kamila : “terserah sih, emang wetonmu apa?”
Fadil  : “hahaa aku gak tau, bentar aku tanya ke ibu”
Sepuluh menit kemudian:
Fadil  : “kata ibu sabtu legi hahaa”
Kebiasaan orang jawa, ada metode perhitungan peruntungan dilihat dari hari lahir. Entah bagaimana metodenya, di keluarga kamila tidak pernah menggunakan pedoman itu dalam menentukan event2 penting.

Jumat sore kembali fadil menelfon:
Fadil  : “hahaha malah lucu ini, kata bapak malah sama, sabtu pon, trus ibu jadi ragu ketuker sama masku, antara sabtu kliwon dan sabtu legi”
Kamila : “hahahaa..terserahlah”
Minggu paginya:
Fadil  : “aku ntar ke rumah yaa..bapak ibu ada kan? ternyata aku sabtu kliwon, ada nemu surat keterangan lahir gt”
Kamila : “oke2..insyaallah di rumah kok”
Minggu sekitar 10.30 Fadil sampai di rumah kamila, bagi keluarga kamila, fadil bukanlah orang baru, bahkan sewaktu fadil dan kamila masih sama2 kuliah, fadil beberapa kali silaturahmi ke rumah kamila. Niat kedatangan Fadil hari itu adalah silaturahmi dan mengungkapkan keinginan kepada orang tua kamila untuk menikahi kamila. Dan niat itu dilaksanakan oleh Fadil, bapak dan ibunya kamila bilang: ” ya monggo kalau sudah cocok, dan yang penting bapak ibumu juga sudah setuju”. Fadil bilang kalau bapaknya masih punya pedoman tentang weton. Fadil saat itu juga bilang ke kamila, coba tanyakan ke bapaknya Dani (sahabat mereka), tentang weton, sebagai pembanding aja, toh sebenarnya gak pakai itu jg gpp. Sebelum Fadil pulang, bapaknya kamila berpesan, untuk mengabari mereka ketika urusan weton ini sudah beres.

Hari minggu berakhir, senin, selasa, rabu belum ada kabar juga dari Fadil. Akhirnya Kamila menelfon Fadil:
Kamila : “kok tumben 3 hari gak ada kabar? gak ada apa2 kan? bapak sehat?”
Fadil     : “memang blm ada kabar apa2 kok, ini lagi di luar kota, ada kerjaan, alhamdulillah bapak sehat. tar aku telfon lagi ya, lagi nyetir soalnya”
3 Jam kemudian Fadil menelfon. Kamila merasa ada yang aneh, fadil yang biasanya ceria, hari itu beda. Kamila hanya bisa berdoa semoga memang tidak ada apa2.

Hari Jumat pagi, Kamila menelfon Fadil, ternyata Fadil masih di luar kota:
Kamila : “kata bapaknya Dani, sabtu kliwon dan sabtu pon gak ada masalah kok”
Fadil  : “hmm…tapi bapak punya pedoman sendiri, penjelasannya panjang lebar, nanti saja aku ceritain klo ketemu aja ya..kan bakal ke di kotamu juga”

Senin paginya :
kamila mengirim sms ke fadil, isinya :
“Ridlo allah tidak terletak pada sulit atau mudahnya, Ridlo allah terletak pada apakah kita sudah berjalan di jalanNya dan menaati perintahNya. jangan takut sulit, karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan- al-insyirah:5,6”
Fadil membalas :
“amin, semoga dipermudah yang terbaik dari allah”
Kamila sudah semakin yakin, pasti ada yang tidak beres. Tapi saat itu kamila tidak ingin menambah beban Fadil dengan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Biarlah Fadil sendiri yang berinisitif untuk bercerita nantinya.

Setelah hari minggu itu (hari dimana fadil ke rumah kamila) sampai 11 hari setelahnya tidak ada inisiatif dari Fadil untuk menghubungi kamila, dan menurut kamila ini hal yang sangat janggal.
Hari kamis, kamila mengirim sms ke fadil:
“hai apa kabar? jadi ke luar kota?…semoga allah selalu melindungimu dan memberikan kekuatan dlm setiap langkahmu”
Fadil membalas:
“alhamdulillah baik, makasih doanya.insyaallah baru senin ke luar kotanya, semoga lancar semuanya”
hoo..bagi kamila yang beberapa hari ini gelisah tentang perubahan sikap Fadil, jadi sedikit terhibur dengan kata2 “semoga lancar semuanya”,.yah kata2 itu yang sering mereka ungkapkan dulu setelah membahas rencana2 ke depan mereka. Namun sebenarnya, dalam hati kamila tetap ada sesuatu yang masih mengganjal.

Hari Jumat dan sabtunya kamila sudah benar2 pasrah dan siap dengan semua kemungkinan yang ada, kemungkinan gagalnya hubungannya dengan Fadil. Yang dia pikirkan adalah perasaan kedua orang tuanya. Dengan bismillah sabtu sore, Kamila mencoba menelfon Fadil. Telfon tidak diangkat, akhirnya malam harinya kamila mengirim sms ke Fadil:
“tadi tu sebenarnya pengen ngobrol, drpd aku menebak2 knp tb2 seorang Fadil jd pendiam,gak ceria kayak biasanya..apakah ttg sabtu kliwon-pon yang berat bgt? ato masalah lain? apapun itu semoga allah memberimu kekuatan yang lebih dr masalah yg ada, hanya bisa berdoa yg terbaik”
Dan ternyata tidak ada balasan dari Fadil sampai hari minggunya. Kamila makin galau.

Minggu pagi itu, kamila telfon ke ibunya, ngobrol banyak, bercanda, sampai ketika ibunya kamila menanyakan tentang Fadil. Ibunya meminta kamila untuk segera menelfon Fadil agar ada kejelasan. oke, akhirnya kamila kembali menelfon Fadil. Dan kembali tidak diangkat, tapi kali ini beda, beberapa saat kemudian, Fadil menelfon balik kamila.
Fadil : “assalamualaikum..apa kabar? maaf ya, tenyata kita hanya bisa berteman, gak papa yaa..tapi masih teman lo ya..ya allah..aku diam ini….bla bla bla” (kamila mengaku sudah membuang ingatannya tentang kata2 Fadil saat hari minggu itu, iya hari minggu, tepat 2 minggu dari silaturahmi fadil ke rumah kamila. Jadi saya tidak bisa menceritakan lebih)
Kamila: “waalaikumsalam..alhamdulillah baik,..iya gpp, insyaallah masih teman, iya aku juga udah ngerasa kok..yang sabar ya…ya udah tar klo ke kotaku mampir, ngobrol..hahahaa masaaak? halah…hahahaa..emang mo cepet2? siapa? woo..selamat ya…hahaha…iya..ini ketawa2 juga biar gak ada yang menetes..hahaa..amin amin amin amin…yang ikhlas yaa..yang sabar…waalaikumsalam”

Awalnya kamila masih santai, biasa saja, sepertinya dia belum sadar, ini gak sesimpel seperti kehilangan dua hp sekaligus. Ini lebih dari itu. Lama kelamaan kamila makin merasa sedih, apa ini..sakit yang belum pernah dia rasa sebelumnya,.kamila memang belum pernah sakit hati karena sesuatu yang menyangkut perasaan dengan lawan jenis.
Dia selalu berusaha menjaga hati dan memberikan porsi yang pas dalam membagi cintanya kesiapapun…Dan hari ini, akhirnya dia mengalami juga yang namanya patah hati..bukan patah hati karena telah memberikan porsi yang lebih ke Fadil, tp patah hati karena visi misi mereka sudah cocok, semuanya sudah ada di depan mata, dan dalam sekejap sirna.
Mungkin Fadil lupa, kamila juga manusia biasa yang bisa kecewa, sedih dan bahkan sakit hati. Dan mungkin Fadil tidak sadar, bukan hanya kamila yang kecewa dan sedih, tapi juga kedua orang tua kamila.

Beruntung kamila punya keluarga yang luar biasa dan sahabat yang baik, walau tak berani menunjukkan kesedihan ketika bertelfon dengan ibunya (ibunya kamila ini tipe pemikir kelas berat, pernah adek kamila pulang dr sekolah karena sakit aja, langsung darah tinggi), ibu dan bapak kamila menghibur dengan nasehat2..kamila bersikap setegar mungkin di depan orang tunya..namun tidak di depan adeknya,.kamila hanya bisa menangis ketika telfon ke adeknya,..ya hanya menangis,.tanpa kuasa untuk cerita apapun..

Minggu siang setelah sholat dhuha dan membuat gunungan tisu, kamila membuka Facebook..membuka wall Fadil..dan ada seorang cewek yang menulis di wall Fadil dengan sapaan “Yank” 14 jam sebelum siang itu, sedihnyaa…makin terpuruk saja kamila. tepat 2 minggu setelah lamaran Fadil ke orang tua kamila. Kalau saja Sebelum hari itu Fadil menjelaskan semuanya ke kamila dan orang tua kamila, sekedar untuk menghormati keberadaan orang tua kamila, pasti mereka akan menerima keputusan Fadil dan kondisinya tidak akan serumit itu…yaaahh “kalau saja”, kata itu yang  berusaha dibuang jauh-jauh oleh kamila.
Dan hari seninnya sudah muncul beberapa foto pertungangan Fadil dengan cewek yang menulis di wall  FB Fadil…Mungkin kalau kamila tidak menelfon Fadil hari minggu, entah kapan dia akan tahu kenyataan pahit ini..mungkin dia baru akan mengetahui kenyataan pahit ini hari senin, ketika foto2 itu muncul dan pergantian status relationship Fadil, dari single menjadi engaged to Sari. sebut saja namanya sari.

Namun di hari senin itu juga, Kamila sudah memilih untuk bahagia, berusaha merelakan semua yang terjadi…Marah, kecewa, sedih malah akan memperburuk kondisinya, dan pastinya tidak akan akan mengubah keadaan, jadi satu-satunya pilihan adalah bahagia…Dia sudah kelihatan ceria sebagaimana biasanya..seceria wajah2 di foto pertunangan itu..

Taaaaraaaaaaaa….Itulah kisah kamila, sampai skrg saya masih mencari2 hikmah di balik kisah kamila ini. Oiya, sekali lagi saya ceritakan kisah ini dari sudut pandang kamila,.namun perlu diingat, setiap manusia punya keterbatasan, dia hanya mampu berada di satu tempat, memandang dari sudut pandang yang dia bisa. Saya tidak tahu pasti seberapa besar pejuangan Fadil untuk mempertahankan kamila, tidak tahu pasti pertimbangan apa yang digunakan oleh fadil sehingga begitu cepat melamar sari tanpa berkomunikasi dulu dengan kamila dan orang tua kamila, yah tepat  berselang 2 minggu dia melamar 2 orang berbeda, kenapa secepat itu,.itu biar menjadi urusannya dengan Allah. hahaa… saya mengibaratkan seperti ada yang dangdutan padahal tetangganya sedang berkabung…ironis. Saya juga tidak tahu apakah tunangan Fadil yang sekarang tahu tentang kisah kamila,.entahlah,.saya hanya dikasih tahu hasilnya…yup..foto2 pertunangan itu…kadang seeing is believing. Tapi entahlah,..Wallahu a’lam bish-shawabi..

Saya mendoakan kamila semoga mendapat jodoh yang terbaik, semoga dia kuat, kuat mempertahankan prinsipnya, kuat melanjutkan hidupnya, kuat iman taqwanya kepada Allah. Pasti ada  maksud Allah mengizinkan ini terjadi. Lets see…

saya menulis kisah ini sambil mendengarkan lagunya maroon 5 yang saya posting kemarin…ketika awalnya kisah ini sampai ke saya…nasibmu nak nak…

21 thoughts on “– Calon Istri Yang Tertukar Part 2 –

  1. hemm akhir yang tragis… semoga kamila mendapatkan pengganti yang lebih baik..

    jadi ingat testimoni seorang teman yang kira-kira begini : “jangan menempatkan hati terlalu ke jauh sebelum ijab qobul, karena apapun bisa terjadi”. Mungkin akhir seperti kalima ini yang ditakutkan teman saya itu.

    btw kenapa nama pemerannya mirip di sinetron.. wah bener2 penggemar sinetron nih..

    ndak ngalamar jadi penulis naskah sinetron ris?

    1. aminn ya rabbal ‘alamin…bener bgt mas, sebenarnya dari awal kamila juga udah paham tentang hal ini…tp begitu kaget dengan munculnya orang ketiga…

      hahaaa…pas nulis ini mas, lupa nama pemeran putri yang ditukar…beuuhh..bener2 lupa..udah nulis banyak baru inget kalau namanya amira…hahaha…udah males ganti..jadi pake kamila sama fadil aja..

      klo kisah ini disinetronkan di indonesia, gak bakalan laku mas,.karena sad ending..klo dorama mungkin…

      iya nih, jadi kepikiran nulis naskah sinetron..hahaha

  2. bagus tulisannya ris. terus menulis tentang hidup ya😀

    saya gak setuju dengan si kamil, sikapnya menunjukkan dia bukan orang gentlemen. ketika udah mengatakan janji, itu harus ditepati. kisah ini sedikit missing link karena tiba-tiba si fadil memutuskan hubungan dengan kamila dan tiba-tiba dapat si sari, ato saripuspa whatever lah. hubungan si fadil juga terlalu singkat dalam 2minggu bisa sedalam itu. harusnya si kamila lebih berhati-hati dan merenungkan lebih dalam.

    klo si kamila bagus memang ketika menghadapi situasi seperti ini, sikap yang terbaik adalah ikhlas dan nerima dengan sabar, banya berdoa. klo mengingat ikhlas jadi teringat lagu ini
    “ikhlas sungguh hatiku ikhlas…..blabla”
    semoga si kamila dapet pengganti yang baik, dan gak perlu sedih karena orang seperti kamil. just remember in outside there are thousand men who have good heart, you only have to found one.

    1. hmm..kamil? Fadil kali..hahaa…jadi ingat rambon…

      sebenarnya ada sedikit penjelasan ttg keputusan fadil yang dirasa kamila sangat tiba2 ini, yaitu ketika percakapan yang singkat melalui telfon itu…tapi karena sudah membuang ingatannya tentang perkataan fadil melalui telfon itu, jadi sy gak bisa menceritakan lebih..
      yaahh…semua perbuatan akan ada pertanggungjawabannya…biarlah masing2 mereka berbuat yang terbaik untuk dipertanggungjawabkan nantinya…Allah Maha Tahu..

      hahaa…bukan saripuspa kali put,.tapi puspitasari…eh, keceplosan…hahahaa

      klo kamila…kondisi terakhir sih alhamdulillah sudah mengikhlaskan semuanya…toh klo gak ikhlas, terpuruk merasa dizalimi, marah, tidak akan mengubah keadaan dan bahkan akan memperburuk kondisinya sendiri…jadi bahagia adalah pilihan satu2nya…

    1. Mungkin kronologisnya kayak dulu mas, Rambon muncul karena perpaduan Rambo dan Ruben…ini Kamil muncul perpaduan dari Fadil dan Kamila…

      mboh maneh nek gara2 pergaulan iput di korea…Kim Jang Mil..hahaa

  3. oh ya maksud saya kamil itu si Fadil. di korea saya gak pernah bergaul dengan orang lain ris.. sy jadi anak rajin, belajar,research, ….

  4. wah, kisah ini sedih banget :(( kamila oh kamila, sabar ya nak…

    kalau dilihat dari ceritanya soal weton dan sholat istikharah, memang ada beberapa perbedaan yang mendasar dari kamila dan fadil. salut_bgt sama kamila dengan ketabahan dan prinsip hidupnya.

    sedikit tips untuk kamila, baiknya dengerin lagu yang bikin semangat, jangan yang sedih-sedih. walaupun cerita ini ternyata berakhir sedih, pasti hanya sesaat, karena Allah pasti telah menyediakan jalan dan rancangan yang terbaik untuk hidup kamila. keep strong and close to Him🙂

    btw, sinetron kayaknya gak level buat cerita ini. cerita ini lebih pas kalo masuk layar lebar. kalo dibikin jadi novel & jadi bestseller, mungkin ada sutradara kawakan yang mau garap, tapi tentunya harus minta izin dulu kamila. siapa tau bisa minta diperanin sama pemeran kamila beneran: cerita yang ditulis penggemar (a.k.a. ririsnovie) diperankan oleh artis idolanya ;))

    1. klo menurut saya nih teh, sebenarnya terserah aja sih fadil mo pake metode apa untuk memilih calon istri, mo dilihat dari weton, mo lempar dadu, mo ngitung kancing, mo sholat istikharah ya terserah aja…pilihan ada di tangan kita masing2…

      Yang disayangkan itu adalah cara handovernya fadil..hahaa…bahkan basestation dan mobilestation wimax aja punya “manner” yang lebih baik drpd cara fadil ini…sudahlah…kok jadi saya yang heboh, kamilanya aja udah baik2 aja…hihihi….
      jadi pengen nulis tentang handover, tp bukan pakai bahasa standard IEEE, pakai bahasa saya, hahaa…

      betewe baswe,..sungguh sebuah kehormatan, tulisan saya ini dibaca oleh pakar dan pengamat persinetronan indonesia…wkwkwkwk…terima kasih..
      klo mo dibikin layar lebar, saya harus dapat cerita lengkap juga dari fadil, apa yg dia rasa, dia alami…klo yang saya tulis kan cuman dr sudut pandang kamila aja…
      klo mo dibikin novel…butuh buku pertama dan buku keduanya untuk sampai menulis buku ketiga ini..hahahaa…
      klo dibikin sinetron, saya gak mau yang main asmirandah sama dedu herlino…makin sedih aja, kan di akhir cerita mereka berpisah…hahahaha
      semakin makin deh…

      1. kalo riris nulis tentang handover pake bahasa sendiri, bisa-bisa dikira sinetron lagi, hihihi.. jadi inget rapat-rapat tim model yang penuh haha-hihi kalo bahas handover pakai bahasa sehari-hari.

        wimax juga kan ada juga yang ga support handover. begitu kena sinyal basestation lain, bisa tiba-tiba pindah ke basestation yang lebih kuat, bisa juga langsung stuck aja ga ngapa-ngapain. sejalan dengan apa yang riris bilang soal bebasnya cara seseorang memilih jodoh, subscriber station mau pilih basestation yang mana memang tergantung subscriber station itu sendiri, karena receiver itu ga ada di standar. halah, kenapa saya jadi panjang lebar bahas wimax gini, jadi kebalik pake bahasa wimax buat kehidupan sehari-hari:P

        oya ris, maksud saya juga memang ga ada masalah dengan cara fadil memilih jodoh. kata kuncinya adalah “berbeda”. bukan berarti sang pasangan hidup harus sama persis dengan diri kita (ga mungkin lah ya). lagian kita sendiri juga ga sempurna & ga berhak menilai orang lain, hehe.. saya cuma pingin ngajak kamila melihat sesuatu yang dia bisa renungkan “oh ternyata ada hal-hal kayak gini ya.. apa aku bisa menerima hal-hal ini kalau ini ada dalam diri suamiku?”

        cara seseorang milih jodoh bisa menggambarkan visi orang itu, apa yang jadi dasar bagi dirinya (materi kah, penampilan fisik kah, trial-and-error kah, kata orang lain kah, sifat kah, suara hati kah, pergumulan dia dengan Tuhan kah, atau apa). apalagi kalau udah menikah, bakal lebih banyak lagi perbedaan yang ga kelihatan waktu sebelum menikah, ini saya denger dari cerita orang-orang yang udah menikah lo.. kalo hal kecil, mungkin masih gampang ditoleransi. kalo hal yang mendasar, bukannya ga mungkin, tapi pastinya itu perjuangan yang berat untuk bisa memahami dan menerima..

        yang lebih fatal lagi dari “berbeda” memang adalah masalah Pemutusan Hubungan dengan Kamila (PHK). Fadil jelas-jelas melakukan kesalahan fatal dalam hal karakter (kasih dan kesetiaannya mana, kok bisa-bisanya melamar 2 orang dalam jeda waktu 2 minggu) dan juga dalam cara (manner fadil lebih parah dari handover wimax, kayak yang riris bilang). saya lihat kamila sebenarnya bisa bersyukur bahwa kejadian itu terjadi sebelum mereka menikah. gimana coba kalau kejadiannya sesudah menikah?

        buku pertama dan kedua tampaknya bisa tebel banget, males banget ya ris nulisnya, apalagi harus wawancara ke fadil dan merekonstruksi kejadian itu dari kamila. kasian juga kamila kalo harus dibuat nginget-nginget lagi. yang penting buat kamila adalah mengampuni, mengikhlaskan, dan selanjutnya hidup di masa kini & menapaki masa depan (ceilee … kenapa tiba-tiba saya nulisnya jadi gini).

        tapi nanti request aja ris, asmirandah jgn dipasangin sama dude, sama artis pendatang baru aja😛 *masih nekat*

  5. Sungguh luar biasa uraian dari agan Felis…terima kasih…kamilanya udah baca juga..

    hehe…sy menceritakan ini sangat menghindari menceritakan tentang fadil, apa yang dia rasa, apa yang dia alami, sy takut salah mendeskripsikan sebenarnya apa yang terjadi..karena apa yang terjadi dengan fadil sangat jauh dari jangkauan sy..hanya mencantumkan beberapa percakapan (melalui sms, chat, telfon) sebagai partner komunikasi kamila…sebenarnya mo dihilangkan juga, tp tar jadinya aneh..kayak kamila ngomong sendiri…hahaha

    btw, sebenarnya yang ngefans sama asmirandah siapa ya? nekat_bgt deh…hahaa…klo sy mah ngefansnya sama dude aja…

    1. tolong disampaikan juga ke kamila ya gan, mohon maaf kalau ada kata-kata saya yang salah. mungkin saya salah nanggapin atau salah persepsi, soalnya cuma sekilas-sekilas juga nangkepnya & banyak menduga-duga, hehe… ayo kamila, kembali semangat & ceria lagi🙂

      kalau percakapannya dihilangkan & jadi ngomong sendiri, jadi khas sinetron dong banyak monolog, wkwkwk… baru tau saya agan Riris ga ngefans ama asmirandah. kirain ngefans ama dua-duanya :p

      1. hehee…tidak ada yang salah gan, dengan informasi yang didapat setiap orang punya cara masing2 dalam memandang sesuatu…kamila udah semangat dan ceria lagi sejak senin itu…karena tidak ada pilihan lain kecuali semangat, ceria dan bahagia… #eaaaa

        hahahaaa,,,tp asmirandah memang lebih baik dr artis2 yang lain…(trus namanya apa coba,..termasuk ngefans g tuh? hahaha #heran)

  6. ikut bersimpati dan empati dengan kamila

    Barangkali, Fadil bukanlah orang yang tepat untuk Kamila . . . Allah menyiapkan seorang yang tepat, dan lebih baik . . . InsyaAllah.

  7. semakin dag dig dug hingga akhir, mbak… emang crita detik2 menjelang berakhirnya masa lajang selalu menarik buat kita2 yang masih lajang atau sudah tidak lajang…😀

    anyway, nice story… moralnya bagi saya adalah: Jodoh kita tidak akan tertukar, Allah sudah mengatur yang terbaik buat kita. Usaha yang terbaik, namun hasilnya serahkan pada Allah. Kesabaran dan keikhlasan diuji di sini, dan kita harus bersyukur mendapat ujian semacam ini… *curcol detected

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s