– Calon Istri Yang Tertukar Part 1 –

Baru kali ini berusaha menulis cerpen, kali ini terinspirasi dari kisah nyata. Ada 2 tokoh yang akan sering diceritakan, dan 1 tokoh pemeran pembantu, serta beberapa figuran. Hmm..bingung juga menetukan judul cerpennya, baiklah akan saya kasih judul “Calon Istri yang Tertukar”..hehee mumpung ada sinetron dengan judul mirip yang lagi ngetrend di stasiun tv. hoo..jangan mengira kisah ini adalah kisah komedi, ini adalah kisah yang menurut saya sangat menyedihkan. Oiya, karena mungkin cerpen ini akan panjang, jadinya akan saya bagi dalam 2 postingan. Part 1 dan Part 2. 2 tokoh yang sering diceritakan bernama fadil dan kamila (bukan nama sebenarnya). Kisah ini saya dapatkan dari kamila, jadi keseluruhan cerita adalah dari apa yang dialami dan dirasakan oleh kamila.
Kamila dan Fadil adalah teman sekolah. Kisah ini diceritakan ketika mereka sudah sama2 lulus kuliah dan bekerja, mungkin kalau diceritakan mulai dari mereka sekolah, kisah ini akan jadi novel trilogi, dan ini buku ketiganya,hehee buku yang pertama saat mereka sekolah, buku kedua saat mereke kuliah. Oke..jadi begini ceritanya:

Mereka berdua teman baik, walaupun hubungan mereka pasang surut dari jaman sekolah sampai sekarang, namun mereka tetap teman baik. Sampai suatu saat Fadil menyatakan keseriusannya pada kamila, untuk berhubungan lebih dari teman baik, tapi kalau bisa teman hidup.
Berkaca dari pengalaman waktu bersama fadil saat sekolah, saat kuliah (walaupun mereka tidak satu kampus), bukan hal yang sulit sebenarnya bagi kamila untuk menerima fadil. Namun kamila punya prinsip2 yang tidak akan dia langgar.

(PLOT 1)
Kamila : “klo memang niatmu serius (menikah), oke, tp aku gak mau yang sering telfon2, terlalu memberi perhatian, terlalu mengkhawatirkan, yang sewajarnya saja, aku pengennya kita saling tukar visi misi ke depan”.
fadil  : “oke, baiklah, prosesnya gimana aku kurang paham, aku ngikut aja”
kamila : “karena kita udah kenal lama, dan udah tau sifat masing2 jadi kita langsung diskusi tentang visi, misi ke depan”
fadil  : “oke setuju”
Setelah sekian minggu mereka diskusi, ternyata visi misi mereka inline.
Fadil  : “jadi kan visi misi kita udah inline nih, klo memang udah sama2 cocok, kenapa enggak..hehe trus selanjutnya ngapain?”
kamila : “menikah kan gak cuma menyatukan laki-laki dan perempuan, tp juga menyatukan dua keluarga, jadi ya harus kenal dengan masing2 keluarga”
Fadil  : “oke, tar idul fitri aku jemput ke rumahku ya..mau ya? kamu lo yg bilang klo harus kenal dengan keluarga..”
kamila : “hehee…insyaallah”

(PLOT 2)–15 hari Sebelumnya :
Fadil dan kamila pulang bareng naik kereta ke kampung halaman mereka, sebenarnya mereka bekerja tidak dalam satu kota, tapi karena fadil ada kerjaan di kota kamila, dan mereka memang sama2 punya rencana untuk pulang jadi mereka pulang bareng. (percakapan mereka via chat YM)
Fadil  : “jadi pulang kpn?”
Kamila : “jumat malem”
Fadil  : “bareng dong”
Kamila : “haha..boleh2..tp aku dah beli tiket seminggu kemarin loh..”
Fadil  : “waduuhh…masih ada gak ya tiketnya?”
Kamila : “mo bener2 pulang bareng?”
Fadil  : “iyaa klo masih ada tiketnya..”
Kamila : “ya harus dicoba sih..tar deh aku telfon ke stasiun masih ada kursi kosong gak..”
Fadil  : “oke”
Sehari kemudian: (Percakapan mereka via telfon)
Fadil  : “gimana, tiketnya ada?”
Kamila : “loh, jadi toh? haha kirain gak jadi?”
Fadil  : “jadilaah”
Kamila : “oke aku telfon sekarang”. Kamila menelfon stasiun dan ternyata masih ada kursi kosong.
Saat jam istirahat kantor, kamila ke stasiun dan ternyata kursi sebelah kamila masih kosong (alhamdulillah yah padahal tiketnya kamila udah dibeli lebih dari seminggu sebelumnya). Akhirnya tiketnya dapat dan mereka pulang bareng.

Sampai di kota mereka, Fadil dijemput kedua orang tuanya, sesuai kesepakatan fadil dan kamila td di dalam kereta, kamila akan ikut jemputan fadil, ke rumah fadil dulu baru kemudian kamila akan dintar pulang kerumahnya. Maklum saja, dibandingkan dengan rumahnya fadil, rumah kamila memang lebih jauh dari stasiun. Di dalam mobil, kamila ngobrol dengan ibunya fadil. Sesampainya di rumah fadil, ternyata kamila belum boleh buru2 pulang, sembari ibunya fadil membuatkan minuman, kamila ngobrol dengan bapaknya fadil. Bagi kamila, ini adalah kedua kalinya ke rumah fadil (walaupun yang pertama kali ke rumah fadil tidak sempat ngobrol dengan orang tua fadil), yang pertama adalah 8 tahun lalu ketika takjiah kakak fadil yang meninggal karena kecelakaan. Kira-kira 45menit di rumah fadil, akhirnya kamila diantar pulang oleh fadil.
Siang harinya : (diceritakan oleh fadil ke kamila di hari sesudahnya ketika mereka berdua menghadiri pernikahan sahabat mereka, Dani)
ibu fadil : “itu kamila pacarmu pas SMA dulu itu toh?”
fadil         : “haha kami gak pernah pacaran kok bu..”

(PLOT 3)–
Hubungan Fadil dan kamila semakin dekat, sesuai kesepakatan awal, mereka tidak sering telfon2an, paling kalau gak sabtu sore ya minggu sore. Mereka memang tinggal di kota berbeda, namun sampai akhir tahun ini Fadil ada kerjaan di kota kamila, setiap weekend Fadil ke kota kamila.
Mereka beberapa kali ketemu, biasanya sarapan pagi bareng di sabtu pagi sambil ngobrol tentang rencananya mereka. Suatu hari :
Fadil : “tadi udah bilang ke ibu bapak (tentang hubungan dengan kamila), katanya sih gak papa kok..boleh2 aja. Bapak malah nanya, lha rencananya kapan, trus aku bilang ya tahun ini. Insyaallah secepatnya.”
Kamila: “owwhh..insyaallah semoga dimudahkan, bapak-ibuku juga gak masalah, pesennya bapak sih yang penting bisa menerima aku apa adanya”
Fadil : “amin, semoga lancar semuanya”
Kamila dan Fadil berusaha meyakinkan kesiapan diri dan berusaha saling menerima kebaikan/keburukan. Mereka sepakat, insyaallah idul fitri nanti akan ada pembicaraan yang lebih serius.

(PLOT 4)–Akhir Ramadhan, 4 bulan dari PLOT 2:
Kamila mudik dengan kereta dari kota tempatnya bekerja, Fadil sudah 5 hari ada di rumah. Mudik duluan. Fadil menjemput kamila di stasiun, selain memang niat menjemput, ada satu tas besar yang berisi buku-buku dan baju milik kamila yang dititipkan ke Fadil saat Fadil pulang duluan (karena Fadil mudik dengan kendaraan sendiri).
Percakapan mereka di perjalanan ketika sudah dekat dengan rumah fadil :
Fadil : “mampir gak?”
Kamila: “hmmm….mampir gak yaa..”
Fadil : “Mampir ya..”
Kamila: “ya udah terserah hehe”
Sesampainya di rumah fadil, mereka langsung menuju rumah bagian belakang, karena ibu dan bapaknya Fadil sedang berada disitu.
Ibunya Fadil : “Nduk, tempatmu lebarannya kapan?”
dan bla bla bla…mereka bertiga bercakap2 akrab, sedang bapaknya Fadil ke rumah depan untuk makan, beliau tidak puasa karena sedang proses penyembuhan dari sakit.
Sehari kemudian, mereka datang bareng ke acara buka bersama, Dalam perjalanan:
Kamila : “kamu masih terus sholat istikharah kan?”
Fadil    : “hehe..udah enggak, aku udah mantep kok, tenang gitu di hati..beratku juga naik 8 kilo loh”. Entah dari kapan naiknya.
Kamila : “hahaa…yang masih butuh sih sholat istikharah, biar makin manteb”. Karena kamila masih terus sholat istikharah untuk semakin memantabkan hati, baginya menikah adalah salah satu peluang  untuk mendapatkan surga dari Allah, jadi dia harus mantab untuk ikhlas berbakti pada suaminya nanti.

Dan mereka pun ngobrol panjang lebar, tentang cita-cita nantinya, harapan ke depan, tentang pekerjaan, teman, dsb.

–to be continued

One thought on “– Calon Istri Yang Tertukar Part 1 –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s