Merdeka

Tadi pagi, saya tersenyum sendiri. xixixixi.. Mengingat kata2 saya ke ibu dua minggu yang lalu. Saya bilang ke ibu, “tidak usah memikirkan dan terlalu fokus pada apa yang tidak bisa kita ubah, termasuk pikiran/pendapat orang tentang kita”, sok bijak saat mendengarkan cerita ibu. Ibu saya memang orang yang “pemikir”. Dan kenapa saya tertawa sendiri? karena akhir2 ini saya sibuk dengan pikiran/pendapat orang terhadap saya..betapa berbicara itu mudah dan perlu kekuatan yang luar biasa untuk konsisten melakukannya.

Menurut saya, apa yang dipikirkan orang tentang kita itu sudah bukan kuasa kita. Kita tidak bisa memaksa mereka berpikiran/berpendapat menurut kehendak kita. Yang bisa kita lakukan adalah mengubah sikap dan perilaku kita yang kurang baik, dan tentunya dalam bersikap dan berperilaku dengan motivasi agar orang lain berpikir atau menganggap kita baik pun bukan motivasi yang bijak. Hendaknya semua yang kita lakukan dengan motivasi untuk beribadah dan ikhlas sesuai aturan hidup yang sudah ditetapkan.  Ada alquran, al-hadist serta norma2 yang berlaku dalam hidup bermasyarakat. Mari hidup merdeka tanpa terkungkung oleh ketakutan tentang apa yang ada di pikiran orang lain, apa pendapat orang lain tentang kita. Toh kita memang tidak bisa menyenangkan semua orang kan? Selama kita berbuat sesuai “aturan” yang ada, sudah cukup. Biarlah allah yang menilai. Sekali lagi, berbicara seperti ini memang gampang, semoga dengan tulisan ini, saya bisa konsisten mengimplementasikannya.

2 thoughts on “Merdeka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s