my life is a puzzle

Ketika dalam perjalanan sby-jkt oktober 2008, di kereta, saya sebangku dengan seorang anak kecil (asalnya dari padang), ternyata dia adalah santri di pesantren yang jaraknya sekitar 3km dari rumah saya, di ponorogo. Dia punya kakak yang kuliah al azhar kairo, ternyata kakaknya satu rumah dengan sahabat saya, andi. Andi adalah sahabat saya, sama2 tifosi juve, ternyata dia adalah murid dari sodara saya sewaktu dia nyantri di pesantren. Ketika kos di jalan ciung no.21,  sewaktu kerja praktek di telkom japati bandung (juli-agustus 2007), mbak kos saya (mbak etak, asalnya dari jogja), ternyata adalah sahabat dari senior saya di elektro its (mbak ria angkatan 2001). Pernah juga ketika dalam bis sby-ponorogo, seorang perempuan di samping saya ternyata sepupu dari sahabat saya (rena).Di kos yg sekarang, ibu kos saya ternyata asli madiun, rumahnya di madiun di daerah lingkungan SMA saya dulu (SMA 3 Madiun), mengenal beberapa orang yang saya juga mengenalnya. Sahabat dekat saya, Tatin (asli dari Batu, Malang) ternyata adalah adik kelas dari tunangan sahabat saya . Dan banyak sekali kejadian-kejadian serupa,.ternyataternyata…dan ternyata….

sekelumit cerita di atas adalah beberapa contoh kecil yang saya alami yang ujung2nya kalimat yang muncul adalah…

“dunia ternyata sempit ya”.

Dan selanjutnya, saya berpendapat bahwa my life is a puzzle.

yup, puzzle!

Banyak pengalaman yang saya lalui, bertemu orang-orang baru, di tempat yang baru, ternyata tanpa disengaja hal-hal baru yang saya temui ada
hubungannya dengan kejadian di waktu dulu atau berhubungan dengan orang-orang di sekeliling saya.

apakah ini kebetulan? saya rasa bukan, karena tidak ada satu pun yang terjadi di luar izin-Nya.

semoga ini adalah skenario terindah dariNya.

Saya membayangkan sedang menyusun puzzle besar yang nantinya di akhir hidup saya akan tersusun suatu gambar yang indah.

semoga..

6 thoughts on “my life is a puzzle

  1. Sekitar Mei 2008, Saya ketemu Mbak Dwi (SekMen RISTEK kita.. hehe) di Bandung, tepatnya di atas angkot menuju kampus ITB… waktu itu mbak Dwi ada tes kerja, Saya lagi mampir ke temen di ITB.. “dunia ternyata sempit ya??”

    Sekitar Akhir Oktober 2008, Saya sedang menunggu kereta pulang ke Sby di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Saya masih ingat saat itu sore dan saking boringnya nunggu sambil duduk di bangku. Tiba-tiba ada Mbak Juqi (Tekla 2003, Pemanduku waktu LKMM TM) yg waktu itu sedang nganterin Bapaknya yang akan pulang ke Madiun setelah menjalani tugas dinas di Jakarta… “Dunia memang sempit ya??”

    dan masih banyak lagi… :))

  2. Wah wah…ternyata banyak orang yang telah merasakan betapa sempitnya dunia…hehehe..

    klo pengalaman saya yang terakhir adalah ketika pulang ke ponorogo pemilu kmrn, ketika di stasiun bandung saya di sapa seseorang “elektro ITS ya?”, dan ternyata orang yang menyapa adalah senior kita angkatan 99 (katanya wajah saya tidak asing baginya..hoho…memang kan wajah saya pasaran..) dan duduknya bangku pas di belakang saya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s